Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gawat, Komisioner HAM PBB Sebut Myanmar Terus Jatuh dalam Kekerasan yang Mematikan

📅 Jumat, 07 Jul 2023, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gawat, Komisioner HAM PBB Sebut Myanmar Terus Jatuh dalam Kekerasan yang Mematikan Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Arsip - Tangkapan layar Komisioner Tinggi HAM PBB Volker Turk menyampaikan pidato secara virtual dalam pembukaan "Regional Conversation on Human Rights" (RCHR) di Jakarta, Selasa (20/12/2022).

Jenewa - Gawat, Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (HAM PBB) Volker Turk mengatakan bahwa Myanmar terus jatuh ke dalam kekerasan yang mematikan karena keinginan otoritas militer yang sembrono.

Dalam dialog interaktif tentang isu Myanmar di sesi ke-53 Dewan HAM PBB yang berlangsung di Jenewa, Kamis, Turk mengatakan "tidak mungkin membayangkan rakyat Myanmar bisa menanggung lebih banyak penderitaan".

"Namun, negara itu terus terjun bebas ke dalam kekerasan yang lebih dalam dan menyengsarakan," ujar dia.

Turk menyoroti kenaikan harga kebutuhan yang melonjak, kemiskinan yang memburuk dan eksploitasi sumber daya alam, penangkapan sewenang-wenang, penghilangan paksa, serta penyiksaan di Myanmar sejak kudeta militer 1 Februari 2021.

"Laporan yang saya sampaikan kepada Dewan hari ini berfokus pada penolakan sistematis oleh militer atas bantuan kemanusiaan untuk menyelamatkan nyawa warga sipil," kata dia.

"Mereka telah menerapkan serangkaian hambatan hukum, keuangan, dan birokrasi untuk memastikan orang-orang yang membutuhkan tidak menerima dan tidak dapat mengakses bantuan," ujar Turk, melanjutkan.

Dia kemudian memaparkan bahwa sebanyak 15,2 juta orang membutuhkan dukungan makanan dan nutrisi secepatnya.

"Sangat mendesak bagi kita untuk memulihkan semua kondisi yang diperlukan bagi rakyat Myanmar untuk menemukan jalan keluar dari penderitaan, dan untuk menjalani hidup mereka dalam kebebasan dan keamanan," kata Turk.

Myanmar telah dihantui lingkaran kekerasan dan krisis ekonomi sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih dan melancarkan serangan brutal untuk menumpas perbedaan pendapat pada 2021.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
Film Dokumenter Lisa Blackp...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.