Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belanda Akan Kembalikan 'Harta Karun Lombok' ke Indonesia

📅 Jumat, 07 Jul 2023, 10:24 WIB | Oleh: Tim Penulis
Belanda Akan Kembalikan 'Harta Karun Lombok' ke Indonesia Doc: BBC
Ket. "Harta Karun Lombok" yang dijarah tentara Belanda pada 1894 dikembalikan ke Indonesia.

LONDON - Belanda akan mengembalikan ratusan artefak berharga yang diambil dari Indonesia dan Sri Lanka di masa kolonial.

Menurut laporan BBC, benda-benda yang akan dikembalikan tersebut antara lain meriam perunggu bertatahkan permata dan "harta karun Lombok".

Pemerintah Belanda didesak agar mengembalikan barang-barng tersebut jika negara asal memintanya. Restitusi yang disepakati datang ketika Belanda meminta maaf atas praktik perbudakan di masa kolonial.

Negara-negara lain juga mulai mengembalikan artefak berharga yang dijarah dalam beberapa tahun terakhir. Misalnya, museum Inggris dan Jerman yang menandatangani pengembalian Perunggu Benin yang dicuri dari Nigeria saat ekpedisi militer Inggris berskala besar pada 1897.

"(Ini) pertama kalinya kami mengembalikan benda-benda yang seharusnya tidak pernah ada di Belanda," kata Menteri Kebudayaan Belanda Gunay Uslu.

"Tapi kami bukan sekedar mengembalikan objek. Kami sebenarnya sedang memulai periode di mana kami lebih intensif bekerja sama dengan Indonesia dan Sri Lanka."

Di antara koleksi yang akan diserahkan kembali ke Indonesia adalah "harta karun Lombok", harta karun berupa permata, batu mulia, emas, dan perak yang dijarah tentara kolonial Belanda dari sebuah istana kerajaan di pulau Lombok di Indonesia pada 1894.

Sri Lanka juga akan mengambil kembali meriam perunggu abad ke-18 yang dihias dengan mewah, yang saat ini dipajang di Rijksmuseum Amsterdam, yang selama ini dianggap sebagai hadiah dari bangsawan Sri Lanka kepada Raja Kandy pada 1740-an.

Meriam tersebut diyakini telah jatuh ke tangan Belanda pada 1765 ketika pasukan Belanda menyerang dan menaklukkan kerajaan Kandy di Sri Lanka.

Uslu mengatakan, pemerintah Belanda bertindak berdasarkan rekomendasi yang tercantum dalam laporan 2020 oleh komite Belanda yang menyelidiki seni yang diambil selama era kolonial.

Panitia mendesak pemerintah untuk "bersedia mengembalikan tanpa syarat" setiap benda budaya yang dijarah di daerah bekas jajahan Belanda jika diminta oleh negara asalnya.

"Belanda harus memikul tanggung jawab atas masa lalu kolonialnya dengan menjadikan pengakuan dan ganti rugi ketidakadilan ini sebagai prinsip utama kebijakan koleksi kolonial," kata laporan itu.

Negara ini telah bergulat dengan warisannya secara lebih terbuka dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Sabtu, Raja Willem-Alexander secara resmi meminta maaf atas peran Belanda dalam perdagangan budak. Ia mengatakan merasa terpengaruh "secara pribadi dan intens".

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Minggu Bakal Diguyur Hujan,...
Advertisement
Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

Hasil UEFA Nations League: Inggris Catatkan Kemenangan Terbesar Pertama Usai Hancurkan Kroasia 7-0

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.