Dinilai Berhasil, Menteri PPPA dan Delegasi ASEAN Kunjungi Kalurahan Wedomartani
Kamis, 06 Jul 2023, 13:54 WIBSLEMAN - Delegasi ASEAN Women Peace and Security (WPS) bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI melakukan kunjungan belajar di Kalurahan Wedomartani, Ngemplak, Rabu (5/7).
Kunjungan belajar Menteri PPPA dan delegasi Asean WPS yang merupakan rangkaian pertemuan ASEAN Gender Mainstreaming Conference ini menyasar berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan dan anak yang dipusatkan di Kantor Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY.
Kunjungan Menteri PPPA beserta delegasi yang terdiri dari para focal point dan perwakilan ACW negara anggota ASEAN, badan sektoral ASEAN, serta kementerian atau lembaga terkait, diterima oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa.
Menteri PPPA I Gusti Ayu Bintang Darmawati dalam sambutannya menjelaskan, kunjungan dan pertemuan tersebut untuk memperkuat dukungan dari negara-negara ASEAN dalam kerjasama antar-pilar komunitas ASEAN dalam mengimplementasikanpengarusutamaan gender baik di tingkat nasional maupun regional.
"Pemerintah Indonesia berkomitmen mempromosikan pengarusutamaan gender di semua aspek pembangunan di semua tingkat masyarakat, dari tingkat nasional, regional, dan hingga tingkat akar rumput," katanya.
Komitmen tersebut, menurutnya, telah diterapkan Pemerintah melalui program Desa Ramah Perempuan dan Anak. I Gusti Ayu Bintang Darmawati menyebut, program berfungsi sebagai model untuk mengembangkan sistem komperhensif yang mengintegrasikan pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.
Sebanyak 138 desa telah dikembangkan sebagai model program Desa Ramah Perempuan dan Anak. Salah satunya Kalurahan Wedomartani, Kapanewon Ngemplak, Kabupaten Sleman.
Menteri juga menjelaskan, Kalurahan Wedomartani dipilih menjadi lokasi kunjungan belajar dan pertemuan Delegasi Asean WPS dikarenakan adanya dampak positif yang disampaikan masyarakat Kalurahan Wedomartani atas implementasi program Desa Ramah Perempuan dan Anak dalam menciptakan lingkungan dimana perempuan dan anak diberi kesempatan dan berpartisipasi aktif dalam berbagai bidang.
"Kami sangat mengapresiasi Desa Wedomartani ini, di luar dugaan potensi-potensi yang luar biasa dari perempuan-perempuan, ibu-ibu yang ada di desa ini," jelasnya.
Ia melihat apa yang dikembangkan di Kalurahan Wedomartani selaras dengan konsep yang dikembangkan Pemerintah Pusat serta sesuai dengan arahan Presiden salah satunya meningkatkan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan yang responsif gender.
"Perempuan berdaya secara ekonomi itu adalah hulu untuk menyelesaikan isu-isu lainnya, apakah isu pengasuhan anak, isu kekerasan, pekerja anak, dan perkawinan anak. Bahkan di desa ini (Wedomartani), pekerja anak, perkawinan anak itu zero. Itu kan luar biasa," katanya.
Lebih lanjut, Ia juga mengapresiasi yang telah dilakukan di Kalurahan Wedomartani sehingga dapat menjadi motivasi dan inspirasi Kalurahan lain. Terlebih keberhasilan dalam implementasi desa ramah perempuan dan anak ini tidak hanya membawa nama baik Sleman di tingkat nasional, tapi juga nama baik bangsa di mata delegasi ASEAN.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengatakan, Pemkab Sleman berkomitmen mewujudkan Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
"Selama ini pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Sleman diupayakan berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui pemberdayaan masyarakat diharapkan kemajuan pembangunan yang ditujukan untuk mewujudkan kesetaraan gender, meningkatkan kualitas hidup perempuan, serta menjamin perlindungan hak perempuan dan anak benar-benar dipakai, dilaksanakan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat," jelasnya.
Danang juga menyebut upaya lainnya yakni menyusun berbagai regulasi ditingkat kabupaten berupa peraturan daerah, peraturan bupati serta instruksi bupati.
"Pemkab Sleman secara kelembagaan juga membentuk forum anak dari tingkat kabupaten sampai kalurahan. Sehingga secara prestasi Kabupaten Layak Anak masuk Predikat Utama," katanya.
Terlepas dari berbagai upaya dan prestasi yang diraih Kabupaten Sleman dalam pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Danang berharap adanya kolaborasi dan sinergi pentahelix antara pemerintah, lembaga, dunia usaha, media, akademisi dan masyarakat dalam penyelesaian permasalahan perempuan dan anak.
Dalam kunjungan belajar tersebut juga Lurah Wedomartani memaparkan implementasi DRPPA sebagai salah satu implementasi PUG/AGSMF di tingkat desa.
Pada kesempatan tersebut, Menteri PPPA dan delegasi ASEAN meninjau langsung simulasi DRPPA terkait pelaksanaan PUG/AGSMF bidang ekonomi, sosial budaya, politik dan hukum.
- asean
- Pemkab
- DIY
- Kabupaten Sleman
- Menteri PPPA
- Delegasi
- Desa Ramah Perempuan
- Ramah Anak
- Desa Ramah Perempuan dan Anak
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Tim Koran Jakarta
Berita Terkait:
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi III DPR RI dengan Nabilah O'Brien
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Pemkot dan Pemda DIY Perkuat Digitalisasi Pelayanan Pajak Kendaraan
-
Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 Sambut Mudik Lebaran
-
Pohon Tumbang Menimpa Dua Kendaraan di Pasar Atas Curup Rejang Lebong
-
Seskab Beri Penjelasan Terkait MBG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.