Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Penularan Penyakit, Reisa: Waspadai Perubahan Perilaku Hewan Peliharaan Untuk Cegah Rabies

📅 Selasa, 04 Jul 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Penularan Penyakit, Reisa: Waspadai Perubahan Perilaku Hewan Peliharaan Untuk Cegah Rabies Doc: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti
Ket. Tangkapan layar Dokter sekaligus Pemerhati Kesehatan Reisa Broto Asmoro (kanan) dalam Siaran Sehat yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (3/7/2023).

Jakarta - Antisipasi penularan penyakit. Dokter sekaligus Pemerhati Kesehatan Reisa Broto Asmoro mengimbau kepada seluruh keluarga untuk mewaspadai adanya perubahan pada pola perilaku hewan peliharaan di rumah sebagai upaya untuk mencegah anak terkena rabies.

"Kita harus hati-hati, biasanya hewan liar yang terinfeksi ada di sekitar lingkungan rumah. Kalau ada yang seperti itu lebih baik hindari," kata Reisa dalam Siaran Sehat yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin.

Reisa menuturkan perubahan perilaku hewan peliharaan itu sepatutnya dijadikan dugaan adanya infeksi rabies, sebagai bentuk pencegahan penularan dalam keluarga. Adapun perubahan perilaku itu ditandai dengan sikap tidak mau menurut, bertindak ganas atau agresif dan tidak bisa diatur ketika dipanggil.

Perilaku selanjutnya yang harus diwaspadai adalah hewan lebih sering mencari tempat gelap untuk bersembunyi dari cahaya dan selalu memasang badan seperti ingin menyerang manusia dengan posisi ekor melengkung.

Infeksi yang lebih ganas juga membuat mulut hewan tersebut terus terbuka, meneteskan air liur dalam jumlah yang berlebihan hingga kesulitan untuk menelan air atau makanan lainnya.

"Kadang si hewan ini kalau sudah benar-benar parah dia sudah bersembunyi saja, sudah kejang, tidak bisa gerak lagi terus meninggal. Jadi harus hati-hati," ujar Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 itu

Dengan maraknya temuan kasus infeksi rabies beberapa waktu lalu, Reisa menyarankan supaya orang tua mulai memberikan edukasi dan pengertian kepada anak-anaknya untuk lebih peduli terhadap kesehatan hewan peliharaan di rumah.

Misalnya, walaupun 95 persen infeksi rabies diakibatkan oleh gigitan anjing, namun hewan peliharaan lain seperti kucing juga bisa menulari virus rabies itu.

Menurutnya, amat penting pula mengajarkan anak untuk bertanggung jawab mengasuh hewan peliharaan.

Terutama pengertian bahwa mengasuh tidak bisa diartikan hanya memberikan makan saja, tetapi juga memperhatikan hak kebersihan diri seperti dimandikan, hewan diberikan tempat tinggal yang layak sampai berani untuk rutin memeriksakan peliharaan ke dokter hewan untuk diberikan vaksin anti rabies.

Hal ini, katanya, dapat membantu menjaga dan menghindarkan anak terkena infeksi rabies dari lingkup keluarga, serta meminimalisir adanya interaksi antara hewan liar yang mengidap rabies dengan manusia.

"Saya tekankan kita harus ajarkan anak-anak batas (hewan sakit) seperti apa, ciri-cirinya apa hewan yang punya rabies ini termasuk bagaimana tanggung jawabnya kita agar hewan peliharaan tetap sehat dan tidak terinfeksi," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.