Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemerintah Optimistis Penempatan PMI Tahun Ini Tembus 270 Ribu Orang

📅 Minggu, 02 Jul 2023, 18:06 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pemerintah Optimistis Penempatan PMI Tahun Ini Tembus 270 Ribu Orang Doc: Istimewa.
Ket. Kepala BP2MI, Benny Rhamdani di sela sela acara pelepasan 152 PMI ke Korea Selatan di Jakarta, Minggu (2/6).

JAKARTA-Pemerintah melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) optimistis tahun ini pelepasan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara penempatan menembus 270 ribu orang. Itu lebih tinggi dari tahun lalu yang baru mencapai 200.761 orang.

"Itu mengacu pada capaian dari Januari hingga 30 Juni kamarin jumlah PMI yang sudah dilepas mencapai 135.791 orang. Artinya jika dikali dua, hingga akhir tahun bisa mencapai 270 ribu orang PMI,"tegas Kepala BP2MI, Benny Rhamdani saat melepas 152 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan, di kantor pusat BP2MI, Jakarta, Minggu (2/7).

Benny menekankan, jika bisa mencapai 270 ribu penempatan, artinya sudah kembali normal, sebab pernah dalam satu tahun kita mencapai angka yang sama, namun sejak 2020 menurun karena pandemi dan yang paling turun pada 2021, yang dilepas hanya 72.624 untuk semua skema. Namun, pada 2022 sudah mulai pulih karena jumlah penempatan menyentuh 200.761 orang PMI.

Adapun pelepasan 152 PMI ke Korea kali ini melalui skema Government to Government (G to G). Ini merupakan pelepasan ke 25 pada tahun ini. Dari 152 PMI yang dilepas hari ini, 86 di antaranya merupakan pekerja sektor manufaktur sementara 66 lainnya di sektor perikanan. Lalu berdasarkan jenis kelamin, 149 merupakan laki laki sementara perempuannya berjumlah tiga orang.

Hingga saat ini jumlah keseluruhan PMI yang dilepas ke Korea melalui skema G to G sebanyak 6.759 orang PMI, sementara untuk semua skema ke semua negara tujuan penempatan mencapai 135.791 orang.

RI bermitra dengan Korea karena negara tersebut memberi upah layak bagi PMI. Di Korea PMI akan diupah 30-40 juta per bulannya.

Benny menegaskan penempatan PMI di negara tujuan sama sekali tidak terganggu oleh kinerja Satgas Tindak Perdagangan Orang (TPPO) yang baru bertugas satu setengah bulan. Sebab keberangkatan PMI oleh BP2MI dengan menggunakan jalur resmi.

"Kendatipun Satgas mendapati adanya indikasi penempatan illegal, maka yang ditindak bukanlah PMI yang menjadi korban, tetapi calonya, sebab mereka merupakan bagian dari sindikat perdagangan orang," tandas Benny.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.