Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

PM Hun Sen Tak Izinkan Perwakilan Facebook di Kamboja

📅 Sabtu, 01 Jul 2023, 15:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
PM Hun Sen Tak Izinkan Perwakilan Facebook di Kamboja Doc: AFP/Tang Chhin Sothy
Ket. PM Kamboja Hun sen saat konferensi pers di Phnom Penh pada 2021.

PHONM PENH - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen urung memblokir Facebook di Kamboja, bahkan ketika dia menyatakan perwakilan perusahaan itu tidak lagi diterima di negara tersebut.

Pengumuman pada Jumat malam itu dikeluarkan setelah Facebook mengatakan telah menghapus video Hun Sen yang mengancam lawan politiknya, sesaat sebelum kampanye dimulai.

Sebelumnya pada hari itu, Hun Sen telah mengancam akan memblokir platform Facebook sepenuhnya, tetapi kemudian tampaknya sikapnya melunak.

"Saya tidak punya niat untuk melarang Facebook di Kamboja," katanya di Telegram, platform baru pilihannya.

"Aku tidak sebodoh itu untuk menghalangi nafas semua orang."

Namun, Hun Sen mengatakan perwakilan raksasa media sosial itu "tidak lagi diizinkan di Kamboja".

Kementerian Telekomunikasi Kamboja kemudian menyebutkan "campur tangan dalam urusan politik negara" sebagai alasan pemindahan kantor Facebook, tetapi tidak memberikan perincian tentang jumlah staf yang terdampak.

Meta menolak mengomentari masalah tersebut, maupun mengungkapkan berapa banyak perwakilan, jika ada, yang ada di Kamboja.

Sebaiknya Anda baca juga:

Dalam sebuah langkah yang dianggap oleh para ahli teknologi sebagai "titik balik", Facebook pada Kamis mengumumkan mereka menghapus salah satu video Hun Sen sejalan dengan keputusan Dewan Pengawas Meta, yang juga merekomendasikan akun Facebook dan Instagram milik Hun Sen ditangguhkan selama enam bulan.

Dalam video yang direkam pada Januari, PM Hun Sen mengatakan kepada lawan politiknya bahwa mereka akan menghadapi tindakan hukum atau pemukulan dengan tongkat jika mereka menuduh partainya melakukan pencurian suara dalam pemilihan umum bulan Juli.

Putusan dewan Meta mengatakan pidato tersebut berisi "pernyataan tegas tentang niat untuk melakukan kekerasan" terhadap politisi oposisi.

Beberapa jam kemudian, Meta mengatakan akan mematuhi keputusan untuk menghapus video tersebut dan "menanggapi rekomendasi dewan untuk menangguhkan akun Perdana Menteri Hun Sen segera setelah kami melakukan analisis itu".

Pernah menjadi pengguna Facebook yang produktif, Hun Sen telah mengumumkan berhenti dari platform itu beberapa jam sebelum mengumumkan akan menghapus videonya.

Setelah 38 tahun berkuasa, Hun Sen salah satu pemimpin terlama di dunia dan diperkirakan akan menyerahkan kendali kepada putra sulungnya Hun Manet saat pensiun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.