Rusia-Tiongkok Janjikan 1,4 Miliar Dolar untuk Pabrik Lithium di Bolivia
📅 Jumat, 30 Jun 2023, 11:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CSIC/AFP/GI/AIZAR RALDES
LA PAZ - Tiongkok dan Rusia akan menginvestasikan 1,4 miliar dolar AS dalam proyek lithium di Bolivia, negara Amerika Selatan dengan cadangan besar logam penting untuk baterai kendaraan listrik, kata pemerintah Bolivia pada Kamis (29/6).
Citic Guoan Tiongkok dan Uranium One Group Rusia, keduanya dengan partisipasi negara yang kuat, akan bermitra dengan Yacimientos de Litio Bolivianos (YLB) untuk membangun dua pabrik lithium karbonat, kata Presiden Bolivia Luis Arce di sebuah acara publik.
Saat dunia beralih ke energi yang lebih bersih, lithium menjadi lebih penting karena penggunaannya dalam baterai lithium-ion yang dapat diisi ulang untuk kendaraan dan dalam sistem penyimpanan energi terbarukan.
Perwakilan Bolivia, Tiongkok, dan Rusiadari ketiga perusahaan hadir pada penandatanganan perjanjian tersebut.
Pada Januari, pemerintah Arce menandatangani perjanjian lain dengan konsorsium Tiongkok Catl Brunp & Cmoc (CBC) untuk membangun dua pabrik baterai lithium.CBC menjanjikan investasi minimal 1 miliar dolar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut presentasi pemerintah, Uranium One Group akan menginvestasikan 578 juta dolar AS untuk pabrik di dataran garam Pastos Grandes dan Citic Guoan Tiongkok 857 juta dolar AS di pabrik kedua di utara dataran garam Uyuni, keduanya di departemen Potosi di Andes barat daya.
Kementerian Hidrokarbon dan Energi Bolivia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "masing-masing kompleks akan memiliki kapasitas produksi hingga 25.000 metrik ton per tahun."
Pembangunan pabrik akan dimulai dalam tiga bulan ke depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bolivia telah mengesahkan cadangan lithiumnya di dataran garam Uyuni sebanyak 21 juta ton dan memastikannya sebagai sumber terbesar dunia.
Terlepas dari cadangannya yang besar, Bolivia telah berjuang mengeksploitasi lithiumnya, sebagian karena geografi, ketegangan politik, dan kurangnya pengetahuan teknis.
Kementerian Hidrokarbon melaporkan Januari lalu bahwa pada 2025 diharapkan dapat mengekspor 5 miliar dolar AS litium, yang akan melebihi pendapatannya dari gas alam, yang pada 2022 menghasilkan pendapatan sebesar 3,4 miliar dolar dan merupakan sumber pendapatan utama negara itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!