Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN Fokus Riset Genomik untuk Mitigasi Pandemi

📅 Jumat, 30 Jun 2023, 08:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
BRIN Fokus Riset Genomik untuk Mitigasi Pandemi Doc: ANTARA/Eijkman
Ket. Lembaga Biologi Molekuler Eijkman di Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat.

JAKARTA - Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memfokuskan kegiatan riset genomik untuk mitigasi pandemi pada masa mendatang.

Menurut siaran informasi dari Humas BRIN yang dikutip di Jakarta, Jumat (30/6), sebagian besar penelitian Lembaga Eijkman, yang kini terintegrasi dalam BRIN, seperti penelitian mengenai bakteri molekuler, hepatitis, penyakit tular vektor, dan penyakit akibat infeksi virus masih dilanjutkan.

"Yang kita ingin cari adalah apakah ada virus-virus lain yang nanti bisa tiba-tiba merebak dengan jumlah yang besar sehingga menyebabkan potensi pandemi berikutnya, antara lain apakah ada virus yang berasal dari hewan pindah ke manusia seperti virus zika maupun hantavirus," kataKepala Pusat Riset Biologi Molekuler EijkmanBRINElisabeth Farah Novita Coutrier.

Selain itu, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkmanmelakukan riset mengenai penyakit sitogenetika atau penyakit keturunan serta penelitian perihal struktur dan perubahan molekuler.

"Untuk sampling-nya kami bekerja sama dengan dinas kesehatan daerah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kementerian Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan," kataFarah.

Ia menjelaskan, Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman bersama Organisasi Riset Elektronika dan Informatika BRIN juga membentuk Kelompok Riset Bioinformatika untuk mengolah data-data dariwhole genome sequencing WGS) agar bisa dipahami oleh para periset dan digunakan untuk penelitian obat ataupun vaksin dalam upaya mitigasi pandemi.

"Saya ingin menekankan bahwa data-data tersebut bisa kita pakai untuk memprediksi kemungkinan pandemi berikutnya, sehingga riset vaksin atau obat-obatan bisa lebih kita arahkan dan berguna misalnya untuk menekan merebaknya virus-virus," katanya.

Koordinator Pelaksana Fungsi Cryo-EM BRIN Sandi Sufiandi menyampaikan bahwa data urutan genom perlu diolah menggunakan metode bioinformatika.

Menurut dia, BRIN memiliki High Perfomance Computing (HPC) hingga 96 node komputasi berkinerja tinggi yang disiapkan untuk mengolah penyimpanan data.???????

"Selain kita punya koleksi data fisik, baik itu sampel virus, mikroba, dan lain-lain, kita juga punya repository . Seluruh data riset disimpan di satu tempat menjadi big data," katanya.

"Sudah saatnya riset sampai ke leveldata science, mengolah big data, sehingga informasinya holistik," ia menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.