Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Wamenkeu Ungkap Simbara Sistem Pertama Integrasikan Data Minerba

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wamenkeu Ungkap Simbara Sistem Pertama Integrasikan Data Minerba Doc: ANTARA/Nova Wahyudi
Ket. Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara melintas di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/2/2023).

JAKARTA - Wamenkeu Suahasil Nazara mengungkapkan aplikasi Sistem Informasi Mineral dan Batubara Antar Kementerian Lembaga (Simbara) merupakan sistem pertama yang mengintegrasikan proses bisnis, sistem, dan data mineral dan batu bara (minerba) secara komprehensif dari hulu ke hilir.

Aplikasi itu merupakan inisiasi dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Simbara ini merupakan platform integrasi yang kami bangun supaya para pelaku usaha minerba lebih mudah bekerja. Caranya, seluruh pelaku usaha memasukkan data melalui single entry data saja," ungkap Suahasil dalam acara Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2023, seperti dikutip dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu (28/6).

Wamenkeu mengatakan bahwa pada masa lalu, para pelaku usaha minerba harus melakukan banyak sekali registrasi atau mekanisme penginputan di berbagai macam aplikasi yang berbeda-beda karena regulatornya berbeda.

Hal tersebut pun bisa dipermudah dengan hanya melakukan satu kali input melalui aplikasi Simbara karena aplikasi ini merupakan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan pengelolaan minerba dari hulu ke hilir mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kemenkeu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dan Bank Indonesia.

Dengan demikian, jika dahulu pelaku usaha menginput data ke aplikasi kementerian/lembaga satu per satu, saat ini penginputan data minerba bisa dilakukan ke satu tempat, sehingga dokumen fisik bisa diganti dengan dokumen elektronik.

"Akhirnya, kalau teman-teman di birokrasi melakukan pengawasan, maka pengawasan itu bisa lebih mudah karenasingle source oftruth-nya ada di aplikasi Simbara ini," tuturnya.

Ia menjelaskan keunikan Simbara adalah mewujudkan lima pilar pengelolaan sumber daya alam Indonesia, yaitu penelusuran aliran dokumen, barang, uang, pengangkutan, dan entitas/orang secarareal time.

Simbara memiliki tingkat adaptabilitas yang sangat tinggi pada sektor lainnya dan saat ini telah menjadi prototipe integrasi sistem hulu hilir pada pengelolaan sumber daya alam sektor kehutanan dan perikanan.

Simbara juga dapat direplikasi kementerian/lembaga lain dari gagasannya untuk mengintegrasikan pengelolaan dari hulu ke hilir untuk tata kelola komoditas atau pelayanan publik lainnya, terutama komoditas atau pelayanan publik yang pengelolaannya melibatkan lebih dari satu kementerian/lembaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

11 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...

Kejagung Resmi Tahan Mantan Pejabat BGN

41 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.