Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Emak-emak Wajib Tahu dan Paham Ini, Pintar Baca Label Kunci Awal Pilih Makanan Sehat

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 03:42 WIB | Oleh: Tim Penulis
Emak-emak Wajib Tahu dan Paham Ini, Pintar Baca Label Kunci Awal Pilih Makanan Sehat Doc: ANTARA/Pexels/Laura James
Ket. Ilustrasi seseorang melihat label kemasan produk.

Jakarta - Emak-emak wajib tahu dan paham ini. Nutrionis Madya Direktorat Gizi Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Hera Nurlita mengatakan pintar membaca label menjadi kunci awal memilih makanan yang sehat, bergizi dan seimbang khususnya dalam bentuk kemasan.

"Hampir semua makanan kita sudah ada labelnya. Dengan membaca label, diharapkan kita tahu berapa yang sudah kita makan, apa yang didapatkan dari makanan," kata dia di Jakarta, Selasa.

Di dalam label kemasan produk pangan, masyarakat antara lain bisa mengetahui jumlah gula, garam dan lemak yang terkandung dan menyesuaikan konsumsinya dengan mengacu pada batasan maksimal asupan harian yakni empat sendok makan untuk gula, lima sendok makan per hari untuk minyak dan 2000 mg atau satu sendok teh untuk garam.

Dari label, masyarakat juga dapat mengetahui produk terigu yang dipilih sudah terfortifikasi ditambah zat gizi tertentu atau belum. Deputy Country Director Nutrition International Indonesia Rozy Jafar mengatakan tepung terigu terfortifikasi atau telah diperkaya dengan vitamin B1, vitamin B12, zink, asam folat dan zat besi guna mengurangi risiko anemia kekurangan zat besi, biasanya sudah dilabeli.

"Terigu Insha Allah semua sudah berlabel ya. Seringkali di pasar beli karungan lalu dikemas ulang lagi pakai plastik. Kalau ditemui dijual di konsumen tidak berlabel itu bisa lapor Badan POM," kata Rozy.

Berbicara manfaat, analisis yang dilakukan Nutrition International menunjukkan fortifikasi tepung terigu bertujuan untuk mengurangi anemia akibat kekurangan zat besi sebesar 7,2 - 9,9 persen dan kekurangan zink sebesar 15,6 - 21,6 persen per tahun pada anak-anak dan orang dewasa dari tahun 2023 hingga 2032.

Selanjutnya, melalui program fortifikasi tepung terigu, sekitar 45 juta kasus anemia kekurangan zat gizi besi dan zink di Indonesia dapat dicegah dan angka cacat lahir akibat kekurangan asam folat dapat dikurangi 25 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

50 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.