Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jurnal Frontiers di Swiss Publikasikan Keamanan dan Kemanjuran Vaksin Nusantara Cegah Covid-19

📅 Selasa, 27 Jun 2023, 17:52 WIB | Oleh:
Jurnal Frontiers di Swiss Publikasikan Keamanan dan Kemanjuran Vaksin Nusantara Cegah Covid-19 Doc: Istimewa
Ket. Ilustrasi pengujian vaksin.

JAKARTA - Frontiers, sebuah jurnal yang berbasis di Swiss menerbitkan hasil akhir uji klinis fase I dan II vaksin sel dendritik atau Vaksin Nusantara yang digagas mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Menurut siaran persnya, jurnal tersebut berjudul Keamanan dan kemanjuran vaksin sel dendritik untuk pencegahan Covid-19 setelah 1 tahun tindak lanjut: Hasil akhir uji klinis fase I dan II.

Disebutkan, jurnal tersebut dipublikasikan Frontiers in Immunology pada 19 Juni 2023. Hasilnya, Vaksin Nusantara dinyatakan aman dan manjur. Uji klinis fase I dan II vaksin sel dendritik atau Vaksin Nusantara diamati selama satu tahun.

"Analisis sementara dari uji coba klinis fase I dan II vaksin yang dipersonalisasi menggunakan sel dendritik turunan monosis autologus (DCs) yang diinkubasi dengan S-protein SARS-CoV-2 menunjukkan vaksin ini aman dan dapat ditoleransi oleh tubuh dengan baik," tulis jurnal tersebut, dikutip Rabu (21/6).

Jurnal tersebut menulis, dari analisis penelitian sebelumnya membuktikan Vaksin Nusantara dapat menginduksi respons sel T dan sel B secara spesifik terhadap SARS-CoV-2.

"Sedangkan pada laporan ini, hasil uji coba lanjutan yang dilakukan selama setahun menunjukkan adanya keamanan dan kemanjuran vaksin pada subjek uji klinis fase I dan fase II," ujarnya.

Dijelaskan, sebanyak 28 subjek dalam uji klinis fase I secara acak dimasukkan ke dalam sembilan kelompok berdasarkan dosis antigen dan Granulocyte-Macrophage Colony Stimulating.

Dalam uji klinis fase II, 145 subjek dikelompokkan secara acak menjadi tiga kelompok berdasarkan dosis antigen.

Selama periode tindak lanjut 1 tahun, sebanyak 35,71 persen subjek pada fase I dan 16,54 persen pada fase II memiliki AE non-Covid.

"Tidak ada subjek pada fase I yang mengalami Covid-19 sedang hingga berat. Sementara itu, 4,31 persen subjek pada fase II mengalami Covid-19 sedang hingga berat. Tidak ada perbedaan AE Covid dan non-Covid-19 antar kelompok," jelasnya.

Menurut jurnal itu, para penulis menyatakan bahwa penelitian ini dilakukan tanpa adanya hubungan komersial atau keuangan yang dapat ditafsirkan sebagai potensi konflik kepentingan.

"Uji klinis fase III yang melibatkan lebih banyak subjek harus dilakukan untuk menetapkan kemanjurannya dan melihat kemungkinan efek samping lainnya," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Modena Tawarkan Diskon hingga 77 Persen di PRJ

35 menit yang lalu | Haryo Brono

Rona
Modena Tawarkan Diskon hing...
Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

Pramono Cabut KJP dan KJMU Siswa Bermasalah, Pelaku, Perundungan dan Tawuran

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.