Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hasto: Perilaku Hidup Sehat Cara Mudah untuk Cegah 'Stunting'

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 06:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hasto: Perilaku Hidup Sehat Cara  Mudah untuk Cegah 'Stunting' Doc: bkkbn.go.id

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, menyebut perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam kehidupan keluarga merupakan salah satu cara yang mudah diterapkan untuk mencegah anak terkenastunting.

"Perubahan perilaku masyarakat untuk hidup sehat menjadi salah satu kunci pencegahanstunting. Salah satu perubahan itu diantaranya terkait pemahaman bahwa ikan jauh lebih baik daripada sayur untuk mencegah potensi tubuh kerdil," kata Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, di Jakarta, Rabu (21/6).

Hasto menuturkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting menyebutkan salah satu intervensi spesifik yang berhubungan dengan kesehatan seperti PHBS, diperlukan upaya berupa penyediaan air bersih dan sanitasi di lingkungan keluarga.

Tetapi PHBS juga perlu dijalankan lewat perubahan perilaku makan dari makanan siap saji menjadi makanan yang mengandung protein hewani, seperti ikan yang mengandung asam lemak tak jenuh berupa Omega 3, yodium, selenium, fluorida, zat besi, magnesium, zink, taurin, serta coenzyme Q10.

Di samping itu ketika keluarga menjalankan PHBS, perlu ada perhatian pula dari sisi kesehatan reproduksi. Hasto menyarankan agar ketika merencanakan kehamilan, setiap anggota keluarga bisa memahami pentingnya menghindari 4 Terlalu.

"Jangan hamil di usia yang terlalu muda, terlalu sering melahirkan, terlalu dekat jarak melahirkannya, dan terlalu tua usia saat melahirkan," ujar dia.

Kemudian, menurut Hasto, dibutuhkan pembinaan pada anak di usia remaja guna menghindari nikah usia anak, menghindari perilaku seks pranikah, dan menjauhkan penggunaan narkotika, psikotropika dan zat adiktif (NAPZA).

Untuk itu BKKBN sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mencegah naiknya jumlah perkawinan usia anak dan sosialisasi perbaikan pola pengasuhan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

BKKBN juga terus mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting (RAN Pasti) sebagai pedoman pelaksanaan penurunan stunting. Hasto juga meminta semua pemerintah daerah (pemda) ikut mematuhinya dengan menggaungkan lebih keras PHBS.

"Saya tekankan bahwa penanganan stunting diperlukan untuk menjawab tantangan terhadap kualitas penduduk Indonesia, serta menghadapi bonus demografi dan Indonesia Emas pada 2045 mendatang," kata Hasto. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Olahraga
Alwi Tersingkir dari French...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.