Hilirisasi dan Transformasi Industri Harus Dipacu
Senin, 19 Jun 2023, 10:19 WIBJAKARTA - Melambatnya kinerja industri dalam beberapa bulan terakhir menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan daya saing sektor manufaktur. Karena itu, hilirisasi dan transformasi industri harus terus digencarkan lagi ke depan.
Purchasing Manager's Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat turun ke level 50,3 pada Mei 2023 dari 52,7 pada bulan sebelumnya. Angka tersebut terendah sejak November 2022.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan transformasi menjadi tantangan di era perkembangan teknologi dan dunia internasional.
"Di masa ini, sektor industri juga harus siap beradaptasi pada paradigma baru yang dapat mengakselerasi kinerja industri seperti pelaksanaan hilirisasi industri, renewable energy, digitalisasi dalam Making Indonesia 4.0, serta peningkatan SDM Industri nasional," ungkapnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menperin menjelaskan, saat ini, Rencana Induk Pengembangan Industri (RIPIN) 2015-2035 tengah direvisi untuk mendukung target Indonesia menjadi negara industri tangguh bercirikan struktur industri nasional yang kuat, berdaya saing global, berbasis inovasi dan teknologi.
Untuk mewujudkannya, ada sejumlah target yang harus dicapai, baik dalam jangka menengah maupun panjang, meliputi pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas sebesar 6,4 persen pada 2025, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap PDB sebesar 19,2 persen pada 2025, dan kontribusi ekspor produk industri pengolahan nonmigas terhadap total ekspor sebesar 78 persen pada 2025.
"Dengan kondisi ini diharapkan kontribusi sektor industri terhadap PDB (produk domestik bruto) dapat makin meningkat," terang Agus.
Untuk menghasilkan rencana aksi yang strategis dalam meningkatkan kembali daya saing dan produktivitas sektor industri, Menperin menyelenggarakan Rapat Kerja Kemenperin 2023 beserta jajarannya.
Salah satu yang diharapkan adalah membawa kontribusi sektor industri terhadap PDB hingga kembali mencapai 20 persen. Selanjutnya, memperdalam struktur industri dengan mengisi pohon industri sehingga meningkatkan partisipasi industri Tanah Air dalam Global Value Chain (GVC).
Langkah Strategis
Berdasarkan hasil pembahasan dalam rapat kerja, Menperin menyimpulkan setidaknya terdapat sejumlah langkah yang perlu dijalankan. Pertama, pentingnya menentukan fokus dan prioritas penting dalam menjalankan industrialisasi melalui hilirisasi.
Kemudian, akselerasi implementasi industri 4.0. "Upaya ini merupakan cara agar industri dapat bekerja dengan lebih efisien, yang mendukung penurunan biaya produksi, sehingga meningkatkan daya saing," paparnya.
Dia menambahkan, seluruh upaya tersebut juga bertujuan untuk menjaga optimisme para pelaku bisnis akan kondisi usaha enam bulan ke depan, yang mencapai 66,2 persen dari hasil survei (IKI) indeks kepercayaan industri. "Para pelaku usaha optimis karena percaya bahwa pasar global akan segera pulih dan meyakini kebijakan pemerintah dapat mendukung bisnis tetap kondusif," pungkas Menperin.
Sementara itu, pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky, menegaskan daya saing industri harus ditingkatkan agar makin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Menurutnya, di saat harga komoditas di pasar global turun, hilirisasi di dalam negeri harus digalakkan. "Hilirisasi industri ini menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daya saing industri kita," pungkas Riefky.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Bungkus Produk Asal-asalan? Menperin: IKM Bisa Kalah Saing Kalau Kemasan Nggak Naik Kelas
-
Lawan Serbuan Impor! Kemenperin Resmikan Pabrik Kawat Baja Rp300 M di Subang, 40% Buat Ekspor
-
Setop Jadi Penonton! Kemenperin Bongkar Jurus Cetak SDM Industri Jemput Investasi Tiongkok
-
Kemenperin: Asesor Kompetensi Kunci Transformasi Manufaktur yang Adaptif
-
Enam Perusahaan Grup Astra dan Yayasan Astra Resmi Memulai Program IKM Development 2026 dalam Perkuat Rantai Pasok Industri Nasional
-
Jaga Keberlanjutan, Kemenperin Dorong Rumah Sakit Patuhi Standar Lingkungan
-
Perkuat Ekosistem, Kemenperin Libatkan IKM Komponen Masuk Rantai Pasok Kendaraan Listrik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.