Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Terbaru, Indonesia Yakin Ada Kemajuan Dalam Implementasi Konsensus Lima Poin

📅 Senin, 19 Jun 2023, 22:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Terbaru, Indonesia Yakin Ada Kemajuan Dalam Implementasi Konsensus Lima Poin Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Staf Khusus Menlu RI untuk Diplomasi Kawasan Ngurah Swajaya (kedua kanan) menyampaikan keterangan pers di Jakarta pada Senin (19/6/2023), mengenai perkembangan isu Myanmar.

Jakarta - Indonesia menyuarakan keyakinan akan adanya kemajuan dalam implementasi Konsensus Lima Poin yang disepakati para pemimpin Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) untuk membantu penyelesaian krisis di Myanmar.

"Kami percaya bahwa dengan dukungan semua anggota Asean dan negara mitra wicara maka kita akan mencapai kemajuan," kata Staf Khusus Menteri Luar Negeri RI untuk Diplomasi Kawasan Ngurah Swajaya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.

Salah satu kemajuan yang berhasil dicapai Asean di bawah kepemimpinan Indonesia tahun ini yaitu diselesaikannya penilaian bersama mengenai bantuan kemanusiaan yang dibutuhkan warga terdampak konflik di Myanmar.

Dengan selesainya proses tersebut, Asean telah mampu memetakan titik-titik prioritas penyaluran bantuan untuk korban konflik di Myanmar.

"Saat ini kami sedang menyusun strateginya, bantuannya apa dan disalurkan ke mana… yang paling penting akses bagi penyaluran bantuan kemanusiaan harus aman, karena itu adalah tantangan utama," tutur Ngurah.

Sementara terkait proses mendorong dialog yang inklusif, dia menjelaskan bahwa sebagai ketua Asean, Indonesia telah menjalin lebih dari 75 pembicaraan dengan semua pemangku kepentingan di Myanmar.

Pendekatan juga dilakukan antara lain dengan Dewan Administrasi Negara (SAC) atau junta militer yang secarade factomemerintah di Myanmar serta Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) yang adalah pemerintah bayangan Myanmar bentukan para oposisi junta.

Ngurah menegaskan bahwa penyelesaian krisis melalui dialog yang inklusif di antara semua pihak adalah satu-satunya cara untuk menciptakan perdamaian yang langgeng dan berkelanjutan di Myanmar.

Namun di tengah berbagai upaya untuk memajukan implementasi konsensus tersebut, Indonesia mengungkapkan bahwa isu Myanmar sangatlah kompleks dan tidak akan bisa diselesaikan hanya dalam waktu satu tahun selama keketuaan Indonesia di Asean.

Untuk itu, Ngurah menekankan pentingnya konsistensi kebijakan yang diambil semua anggota Asean, yang menjalankan keketuaan secara bergilir setiap tahunnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

Penyanyi Emka 9 Kanaya Whu Meninggal Dunia di RSHS, Dedi Mulyadi Ungkap Sempat Berjuang Melawan Kanker

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.