Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Luncurkan Rudal, AS, Jepang, Korsel Kompak Mengecam

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 16:22 WIB | Oleh:
Korut Luncurkan Rudal, AS, Jepang, Korsel Kompak Mengecam Doc: Antara
Ket. Ilustrasi - Parade militer Tentara Rakyat Korea di Pyongyang, ibu kota Korea Utara, pada 15 April 2017 antara lain mempertontonkan peluru kendali.

WASHINGTON - Penasihat keamanan nasional Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan mengecam peluncuran rudal Korea Utara pada Kamis (15/6) dengan menyebutnya sebagai pelanggaran nyata terhadap berbagai resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ketiga negara juga berjanji untuk meningkatkan upaya dalam memajukan perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik, demikian pernyataan bersama yang dirilis oleh Gedung Putih.

"Peluncuran rudal ini jelas merupakan pelanggaran terhadap berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, dan menunjukkan ancaman senjata pemusnah massal dan program rudal balistik DPRK yang melanggar hukum terhadap kawasan, perdamaian, dan keamanan internasional, serta rezim non-proliferasi global," kata Gedung Putih, merujuk pada nama resmi Korut yaitu DPRK.

Kecaman itu muncul beberapa jam setelah Pyongyang menembakkan dua rudal balistik jarak pendek, menyusul upayanya yang gagal untuk meluncurkan satelit pengintaian militer pada 31 Mei 2023.

Para penasihat keamanan menekankan perlunya semua negara untuk sepenuhnya menerapkan resolusi Dewan Keamanan PBB guna melarang Korut memperoleh teknologi dan bahan-bahan yang diperlukan dalam melakukan peluncuran rudal semacam itu.

"AS dengan tegas menegaskan kembali komitmen keamanannya yang kuat untuk Jepang dan Korsel," ujar Gedung Putih.

Pernyataan bersama itu dikeluarkan saat Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan bertemu dengan mitranya dari Korsel dan Jepang yaitu Cho Tae-yong dan Takeo Akiba di Tokyo, untuk pembicaraan trilateral yang sebagian besar berfokus pada ancaman yang ditimbulkan Korut.

Korut mengatakan akan mencoba lagi untuk meluncurkan kendaraan peluncuran luar angkasa yang membawa satelit mata-mata militer pertamanya, meskipun ada resolusi DK PBB yang melarang Pyongyang untuk memperoleh atau menggunakan teknologi rudal balistik apa pun, termasuk kendaraan peluncuran luar angkasa.

Penasihat keamanan nasional mendesak Korut untuk terlibat dalam diplomasi, dengan mengatakan kerja sama trilateral antara AS, Jepang, dan Korsel tidak akan terguncang oleh provokasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.