Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perlukah Indonesia Jadi Anggota BRICS? Ini Peluang dan Tantangannya

📅 Kamis, 15 Jun 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Apa yang harus Indonesia pertimbangkan?

Sebelum memutuskan apakah benar-benar ingin bergabung dengan BRICS, ada 2 poin besar yang harus dipertimbangkan Indonesia.

Pertama, Indonesia perlu melakukan penilaian menyeluruh terhadap dampak ekonomi-politik yang akan timbul, dengan menitikberatkan pada perbedaan ideologis, kebijakan luar negeri, dan ketidakpastian perpolitikan global.

Perlu dicatat bahwa bagaimana pun, kehadiran BRICS mampu menantang tatanan global yang selama ini masih didominasi oleh Barat. Dalam hal ini, Indonesia merupakan negara yang tidak sedang memiliki konflik tertentu, baik dengan the Global South (negara-negara berkembang yang umumnya, namun tak selalu, berada di belahan bumi selatan) atau pun the Global North (negara-negara maju yang berkorelasi dengan kekuatan Barat). Hubungan Indonesia dengan kekuatan besar seperti Cina, Rusia, AS dan Australia berjalan baik secara bersamaan.

Jika ingin bergabung dengan BRICS, Indonesia perlu memosisikan diri secara strategis dan tetap berpegang teguh pada prinsip politik luar negeri bebas aktif dan prinsip noninterferensi dalam urusan internal negara lain. Jangan sampai bergabungnya Indonesia dengan blok Rusia dan Cina, misalnya, mengganggu hubungannya dengan AS dan memengaruhi keterlibatan Indonesia dalam forum-forum internasional, seperti G20.

Dalam aspek politik, Indonesia harus terus memperkuat demokrasi dan menjunjung tinggi nilai-nilai hak asasi manusia, termasuk kebebasan sipil dan politik. Jangan sampai, Indonesia terpengaruh dengan nilai-nilai yang dianut negara lain yang tidak sesuai dengan prinsip nasional.

Dalam isu apa pun, pada akhirnya Indonesia harus tetap mengedepankan pendekatan yang berimbang dan inklusif guna memitigasi terjadinya konflik antar negara anggota dalam forum tersebut. Selain itu, Indonesia juga harus aktif terlibat dalam dialog dan negosiasi antara anggota BRICS untuk memastikan kepentingan nasional Indonesia terwakili dengan baik.

Sebaiknya Anda baca juga:

Kedua, Indonesia harus memiliki ekspektasi sejauh mana BRICS dapat dimanfaatkan sebagai platform untuk memperluas pengaruh negara di tingkat internasional.

Misalnya, sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia bisa memanfaatkan posisinya untuk mempromosikan kerja sama regional dalam kerangka kerja BRICS, serta memperjuangkan isu-isu penting seperti perdagangan bebas, pembangunan berkelanjutan, dan kerja sama energi serta infrastruktur. Ini akan dapat membuat Indonesia memainkan peran aktif dan konstruktif dalam memengaruhi kebijakan BRICS dan memperkuat posisi negara di level global.

Jika tergabung dengan BRICS, Indonesia dengan sendirinya akan terpacu untuk meningkatkan kualitas ekonomi negara. Untuk dapat menyeimbangkan diri, atau berkompetisi, dengan negara anggota BRICS, Indonesia tentu akan "dipaksa" untuk meningkatkan daya saing industri dan layanan, termasuk sektor ekonomi domestik. Caranya bisa melalui inovasi, penelitian, dan pengembangan teknologi terbaru. Kemajuan ini secara jangka panjang akan membawa keuntungan bagi investasi di Indonesia.

Bergabung dengan BRICS juga dapat membuka ruang bagi Indonesia untuk belajar dari negara anggota BRICS lainnya dalam membangun sektor prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, dan ketahanan sosial. Indonesia juga dapat belajar dari Cina, misalnya, dalam mengembangkan infrastruktur.

Intinya, Indonesia harus memiliki strategi yang jelas dan kuat dalam menghadapi dinamika dan tantangan dari BRICS, serta memastikan bahwa keputusan untuk bergabung nantinya akan selaras dengan kepentingan nasional Indonesia serta berkontribusi pada kesejahteraan dan kemajuan rakyat Indonesia pada khususnya.The Conversation

Virdika Rizky Utama, Researcher at PARA Syndicate., University of Michigan-Shanghai Jiao Tong University Joint Institute

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.