Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi, Penyuluh Bersama Petani Kendalikan Hama Secara Masif di Jember

📅 Senin, 12 Jun 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Kolaborasi, Penyuluh Bersama Petani Kendalikan Hama Secara Masif di Jember Doc: ANTARA/HO-Dinas TPHT Jember
Ket. Petugas bersama petani melakukan pengendalian hama di Kecamatan Silo pada 6 Juni 2023.

Jember - Perkuat kolaborasi. Para penyuluh Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan bersama petani mengendalikan hama wereng coklat secara masif di sejumlah areal pertanian di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

"Penyuluh bersama petani telah menggelar pengendalian massal organisme pengganggu tumbuhan (OPT) pada tanaman padi di beberapa lokasi di antaranya di Desa Seputih, Kecamatan Mayang," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Jember Imam Sudarmaji di Jember, Minggu.

Berdasarkan data, lanjut dia, kegiatan tersebut dilakukan pada padi varietas Inpari 32 yang berumur 32 hari setelah tanam di Kelompok Tani Sumber Karya di Desa Seputih.

"OPT yang menyerang adalah penggerek batang dengan luas serangan kurang lebih 0,5 hektare, kemudian luas pengendalian 3 hektare, dan terdapat intensitas serangan hama sebanyak 18 persen," tuturnya.

Ia mengatakan hamparan sawah Kelompok Tani Sumber Karya itu kurang lebih seluas 30 hektare, sehingga dilakukan penyemprotan atau pengendalian dengan menggunakan insektisida.

"Para petani sangat antusias dalam melakukan pengendalian hama dan terpantau banyak petani yang ikut bergabung dalam kegiatan penyemprotan hama tersebut," katanya.

Di wilayah Koordinator Silo yang meliputi Kecamatan Ledokombo, Mayang, dan Silo memang sering terjadi serangan hama wereng berupa penggerek batang pada tanaman padi.

"Wereng itu termasuk hama dengan memiliki ciri perkembangbiakan cepat dan mampu menggunakan sumber makanan dengan baik sebelum serangan lain terjadi," ujarnya

Selain itu, lanjut dia, serangan lanjutan mampu menentukan habitat baru dengan cepat sebelum habitat lama tidak berguna lagi, sehingga diperlukan pengendalian secara masif untuk mencegah gagal panen yang dapat merugikan petani.

"Kami berharap semua tanaman padi yang terserang dapat diselamatkan, sehingga para petani masih bisa panen. Pengendalian hama tidak hanya dilakukan pada saat menanam padi, tetapi juga tanaman lain seperti jagung," katanya.

Para kelompok tani juga diharapkan lebih masif dalam memberikan informasi terkait dengan kesehatan tanamannya, sehingga bisa segera diatasi tanpa harus mengalami gagal panen akibat serangan hama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.