Tiongkok-Australia Bermitra Kembangkan Hidrogen Hijau
📅 Minggu, 11 Jun 2023, 17:22 WIB | Oleh: Rivaldi Dani RahmadiNamun, Lin mengatakan jika Australia ingin mengekspor hidrogen hijau ke Tiongkok, Australia perlu memperbaiki masalah biaya yang meningkat dari produksi dan transportasi. Menurutnya, tiongkok adalah produsen hidrogen hijau yang sangat kompetitif dan hidrogen Australia setidaknya harus berada dalam kisaran harga yang sama jika ingin menjajaki pasar Tiongkok.
"Kerja sama bilateral antara Tiongkok dan Australia dalam hal hidrogen merupakan anugerah bagi hubungan bilateral, sekaligus membantu mengekang perubahan iklim global," tutur Zhou Fangyin, seorang profesor di Guangdong Research Institute for International Strategies.
"Ini juga merupakan jenis kerja sama yang membutuhkan waktu bertahun-tahun, yang berarti keuntungannya juga akan bersifat jangka panjang," tambah Zhou.
Sektor energi hidrogen Tiongkok telah memasuki jalur cepat pembangunan. Sebagai produsen hidrogen terbesar di dunia, Tiongkok memiliki produksi energi hidrogen tahunan sekitar 33 juta ton.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebuah rencana pengembangan sektor ini untuk periode 2021-2035, yang dirilis pada bulan Maret, menyerukan produksi hidrogen dari energi terbarukan untuk mencapai 100-200 ribu ton per tahun pada tahun 2025. Pengurangan karbon dioksida akan mencapai 1-2 juta ton per tahun.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!