Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

'I Don't Like Monday', Tak Siap Hadapi Hari Senin? Coba Bajak Otakmu

📅 Minggu, 11 Jun 2023, 12:10 WIB | Oleh: Tim Penulis

Ketika mengalami stres akut, tubuh kita tak hanya melepaskan kortisol tapi juga adrenalin sebagai persiapan untuk "perang" atau "kabur". Ketika ini terjadi, jantung kita akan berdebar kencang, telapak tangan kita berkeringat, dan kita bisa saja bertindak impulsif.

Ini adalah saat ketika amygdala kita (area kecil berbentuk almond di dasar otak kita) membajak otak kita. Hal ini menciptakan respons emosional yang sangat cepat terhadap stres, bahkan sebelum otak kita bisa memproses dan memikirkan apakah respons ini diperlukan.

Namun, jika tak ada ancaman nyata, respons ini akan dimitigasi begitu kita bisa berpikir-mengaktifkan korteks prefrontal kita yang bertanggung jawab terhadap kemampuan nalar dan eksekusi. Ini adalah perang konstan antara emosi dan logika kita, dan membuat kita terbangun tengah malam ketika kita terlalu stres atau cemas.

Tak heran jika level kortisol kita, yang diukur lewat sampel ludah para pekerja penuh waktu, cenderung lebih tinggi pada hari Senin dan Selasa, dengan level terendah tercatat pada hari Minggu.

Sebagai hormon yang berkaitan dengan stres, kortisol berfluktuasi tiap hari, tetapi tidak secara konsisten. Pada hari kerja, begitu kita bangun, level kortisol kita menjulang dan variasinya cenderung lebih tinggi ketimbang pada akhir pekan.

Untuk melawan ini, kita perlu mengakali amygdala kita dengan melatih otak kita untuk hanya menyadari ancaman-ancaman nyata saja. Dengan kata lain, kita perlu mengaktifkan korteks prefrontal kita secepat mungkin.

Salah satu cara terbaik untuk mencapai hal ini dan menurunkan stresmu adalah dengan aktivitas relaksasi, terutama pada hari Senin. Misalnya dengan mempraktikan "mindfulness" (kesadaran penuh), yang diasosiasikan dengan penurunan kortisol. Menghabiskan waktu di alam adalah salah satu metodenya-keluar rumah begitu Senin dimulai atau ketika jam makan siangmu dapat membuat perubahan signifikan terhadap bagaimana kamu melihat awal minggumu.

Beri jeda waktu sebelum kamu mengecek ponselmu, media sosial atau berita. Ada baiknya menunggu puncak kortisol menurun secara alami, yang terjadi kira-kira satu jam setelah bangun tidur, sebelum kamu terpapar stresor eksternal.

Dengan mengikuti tip sederhana ini, kamu dapat melatih otakmu untuk percaya bahwa hari kerja bisa (hampir) sebaik akhir pekan.The Conversation

Cristina R. Reschke, Lecturer in the School of Pharmacy and Biomolecular Sciences & Funded Investigator in the FutureNeuro Research Centre, RCSI University of Medicine and Health Sciences dan Jolanta Burke, Senior Lecturer, Centre for Positive Health Sciences, RCSI University of Medicine and Health Sciences

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

30 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

1.5 jam yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Olahraga
Janice Tjen Mulus ke Peremp...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.