Samsung Berpartisipasi dalam Tingkatkan Mutu Pendidikan Madrasah
📅 Rabu, 07 Jun 2023, 20:40 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Anak muda adalah agen perubahan. Dengan kehidupan masa kini yang serba digital dan kemahiran mereka dalam teknologi sebagai digital native, anak-anak muda adalah ujung tombak transformasi digital di Indonesia untuk mencapai target ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Untuk mencapai target itu, Indonesia punya modal yang bagus yaitu bonus demografi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angkatan kerja muda di negara ini jumlahnya dua kali lipat jumlah anak dan lansia.
Ironisnya, anak-anak muda adalah pengangguran terbesar. Mengutip data BPS, 20,63 persen pengangguran adalah anak muda berusia 15-24 tahun. Dari sisi pendidikan, 8,57 persen pengangguran adalah lulusan SMA dan 9,42 persen adalah lulusan SMK.
Penyebabnya adalah masih besarnya kesenjangan antara kompetensi yang mereka dapatkan di sekolah, dengan realitas keterampilan abad 21 yang dibutuhkan industri. Daya saing anak-anak muda ini kurang kuat.
Di sisi lain, madrasah perlu mendapat akses teknologi dan sistem informasi yang lebih baik untuk membantunya lebih berkembang. Melihat berbagai isu ini tentang masih kurangnya siswa madrasah dalam mendapatkan dukungan teknologi Samsung tidak tinggal diam.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan keunggulan teknologi dan inovasi yang kami miliki, kami berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat melalui inisiatif sosial yang berfokus pada pengembangan pendidikan dan komunitas," kata President, Samsung Electronics Indonesia Simon Lee, melalui keterangan tertulis, Senin (5/6).
Lebih dari 100 ribu siswa, 100 ribu guru, dan lebih dari 100 sekolah dan madrasah, sudah menerima manfaat dari program-program pendidikan Samsung. Melalui kerjasama ini akan menambah lebih banyak penerima manfaat dan mendorong kemajuan pendidikan di sekolah madrasah.
"Pada akhirnya, para siswa ini akan menjadi pemimpin bangsa, bahkan dunia, yang akan berkontribusi lebih banyak ke masyarakat di masa depan," kata Simon Lee.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebagai komitmennya lebih lanjut dalam memberdayakan siswa madrasah untuk masa depan yang lebih baik, Samsung bekerja sama dengan Kementerian Agama RI dalam program Samsung Digital untuk Indonesia. Kerja sama yang akan dilakukan meliputi. penyelarasan kurikulum yang relevan, pengembangan proses belajar mengajar berbasis elektronik, pengembangan kompetensi guru dan siswa, dan pengembangan materi pelatihan bagi guru dan siswa.
Pelaksanaan seremonial penandatangan kerjasama ini dilakukan bersamaan dengan peresmian fasilitas Samsung Smart Learning Class (SSLC) yang terletak di Madrasah Aliyah Negeri 11 Jakarta. Fasilitas yang ada diharapkan dapat digunakan secara maksimal untuk proses pembelajaran secara digital.
DirekturJenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP, MT, mengatakan di tengah meningkatnya animo masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di madrasah, harus direspon dengan menghadirkan teknologi pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Kehadiran teknologi diyakini akan mampu mengeksplorasi penyelenggaraan pendidikan secara efektif dan efisien.
"Kami menyambut dan mengapresiasi kerja sama antara Samsung dan Kementerian Agama sebagai langkah strategis untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pendidikan Madrasah di Indonesia," katanya.
Melalui kerja sama yang akan berlangsung sampai 2025, kedua pihak akan mendorong partisipasi dari semua tingkatan Madrasah baik Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dalam program Samsung Smart Learning Class. Program serupa lainnya adalah Samsung Innovation Campus (SIC) dan Samsung Solve for Tomorrow (SSFT).
Program Samsung Smart Learning Class (SSLC) adalah program pengenalan proses belajar-mengajar yang kreatif, inovatif, efisien dan menyenangkan dengan menggunakan teknologi. Dalam program ini, selain pengenalan produk dan teknologi yang digunakan juga memberi pelatihan-pelatihan kepada para guru agar dapat dengan fasih dalam proses mengajar dan juga memanfaatkan dan mengembangkan materi ajar digital.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!