Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bappenas Targetkan Pengentasan Kemiskinan 3,35 Juta Jiwa Per Tahun

📅 Rabu, 07 Jun 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Bappenas Targetkan Pengentasan Kemiskinan 3,35 Juta Jiwa Per Tahun Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa.

JAKARTA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, mengatakan apabila Indonesia menargetkan angka kemiskinan ekstrem nol persen, bebas dari kemiskinan ekstrem pada 2024, Bappenas perlu mengentaskan 3,35 juta jiwa dari kemiskinan ekstrem per tahun.

Target tersebut ditetapkan jika pemerintah memakai metode penghitungan kemiskinan ekstrem 2,15 dollar AS paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP).

"Satu pekerjaan rumah yang sekarang kami hadapi adalah mengenai metode penghitungan kemiskinan ekstrem," kata Suharso dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XI DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (6/6).

Seperti dikutip dari Antara, Suharso mengatakan sekarang pemerintah masih menggunakan 1,9 dollar AS PPP, jika menggunakan angka SDGs di angka 2,15 dollar AS PPP, kemiskinan ekstrem itu naik di 6,7 juta jiwa sehingga setiap tahun mulai tahun ini Bappenas harus menurunkan 3,35 juta jiwa per tahun.

Untuk pengentasan secara terintegrasi, Bappenas mengombinasikan tiga langkah strategis. Pertama, pemberian bantuan sosial untuk mengurangi beban pengeluaran. Kedua, pemberdayaan sosial ekonomi yang memberikan jaminan pendapatan berkelanjutan. Ketiga, secara paralel perluasan akses pelayanan dasar untuk membangun sumber daya manusia.

Masih Relatif Tinggi

Suharso menilai saat ini masih terdapat 16 provinsi dengan tingkat kemiskinan relatif tinggi. 16 provinsi yang dimaksud yaitu Aceh yang tingkat kemiskinannya di kisaran 12,00-12,50, Sumatera Selatan dengan tingkat kemiskinan di kisaran 9,50-10,30, Bengkulu sebesar 9,50-10,00, dan Lampung sebesar 9,50-10,00.

Kemudian Jawa Tengah sebesar 9,50-10,00, Jawa Timur 8,50-8,90, Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 10,85-11,20, Gorontalo di kisaran 13,70 -14,00, Sulawesi Barat sebesar 8,50 -8,70, Nusa Tenggara Barat (NTB) 12,50 -12,85, Nusa Tenggara Timur sebesar 16,50-16,90, Sulawesi Utara sebesar 9,50-9,80, Sulawesi Tenggara sebesar 10,00 - 10,30, Maluku 14,00 -14,60, serta Papua Barat yang tercatat di kisaran 18,90 - 19,20.

"Berdasarkan sasaran pembangunan provinsi tahun 2024, ada s16 provinsi dari 34 provinsi yang kami masih hitung karena Papua dan Papua Barat masih kami jadikan satu, itu yang tingkat kemiskinannya relatif tinggi dibandingkan sasaran pembangunan 2024 yang akan datang," ujar Suharso.

Pengurangan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem telah dijadikan arah kebijakan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2024. Bappenas menetapkan target pengurangan tingkat kemiskinan 6,5-7,5 pada 2024.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.