Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Solusi Bervariasi Sesuai Penyebab

📅 Senin, 05 Jun 2023, 06:25 WIB | Oleh:
Solusi Bervariasi  Sesuai Penyebab Doc: Istimewa

Salah satu pendekatan yang gamblang untuk mengatasi penurunan tanah di Kota New York adalah berhenti membangun, menurut Tom Parsons, seorang ahli geofisika penelitian di Pusat Ilmu Pesisir dan Kelautan Pasifik USGS di Moffett Field, California.

Meskipun sebagian besar Kota New York memiliki batuan dasar sekis, marmer, dan gneiss, batuan ini memiliki tingkat elastisitas dan retakan di dalamnya yang menyebabkan beberapa penurunan. Tetapi tanah yang kaya akan lempung dan bahan pengisi buatan yang sangat lazim di Manhattan bagian bawah dapat menyebabkan penurunan muka tanah dalam jumlah terbesar, kata Parsons dalam penelitian bersama rekan-rekannya.

Ia mengatakan bangunan terbesar dan berat perlu diposisikan di atas batuan dasar yang paling kokoh dapat membantu mengurangi tren penurunan. Solusi lain, setidaknya untuk beberapa tempat, adalah memperlambat penarikan air tanah dan ekstraksi dari akuifer bawah tanah.

Parsons dan rekan-rekannya memperingatkan bahwa peningkatan urbanisasi kemungkinan besar akan meningkatkan jumlah air tanah yang diekstrak dan digabungkan dengan lebih banyak konstruksi untuk mengatasi pertumbuhan populasi. Menemukan cara yang lebih berkelanjutan untuk memasok kebutuhan air kota dan mempertahankan level air tanah dapat membantu.

Namun, pendekatan yang paling umum adalah program pembangunan dan pemeliharaan pertahanan banjir yang berantakan dan tidak sempurna seperti tanggul laut.

Adaptasi Tokyo terhadap penurunan muka tanah memiliki dua arah. Kota ini telah membangun struktur fisik seperti tanggul beton, tembok laut, stasiun pompa dan pintu air. Ini dikombinasikan dengan langkah-langkah sosial seperti latihan evakuasi dan sistem peringatan dini.

Beberapa tingkat penurunan tanah terjadi secara alami, tetapi dapat dipercepat oleh manusia tidak hanya oleh beban bangunan, seperti oleh ekstraksi air tanah dan produksi minyak dan gas yang berada di kedalaman.

Terkadang warga sendiri yang perlu turun tangan. Sebuah studi pada 2021 mendokumentasikan bagaimana warga Jakarta, Manila, dan Kota Ho Chi Minh, mengambil tindakan informal mereka sendiri. Ini termasuk menaikkan lantai, memindahkan peralatan rumah tangga. Di Manila masyarakat membangun jembatan darurat antar rumah di daerah rawa.

Alat berguna lainnya termasuk tangki atenuasi yaitu tangki besar yang berada di bawah tanah dan melepaskan air hujan dengan kecepatan yang terkendali dan lambat. Martin Lambley, seorang ahli drainase di perusahaan manufaktur pipa Wavin, mengatakan bahwa tangki redaman harus dikombinasikan dengan elemen alami seperti kolam, perendaman (lubang berlumpur dari mana air mengalir perlahan) dan sengkedan (cekungan berawa).

"Tantangan yang kita hadapi saat ini berbeda secara drastis dari saat saluran pembuangan perkotaan dan sistem drainase pertama kali diperkenalkan," kata dia dikutip dariBBC.

Saat ini dipelukan solusi yang lebih inovatif untuk mengatasi masalah penurunan tanah dan juga kenaikan air laut. Pada 2019, PBB mengadakan diskusi meja bundar tentang kota-kota terapung, yang mungkin berbentuk struktur ponton.

Hasilnya menghentikan perubahan iklim dengan menghilangkan emisi gas rumah kaca akan mencegah atau menunda setidaknya beberapa pencairan es di kutub, memperlambat kenaikan permukaan laut.

"Saya pikir pemerintah perlu peduli," kata D'Hondt. "Jika mereka tidak ingin kehilangan infrastruktur dan kapasitas ekonomi secara besar-besaran dalam beberapa dekade, mereka perlu memulai perencanaan sekarang," imbuh dia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.