Skenario Dampak Kemarau Disiapkan BPBD Mataram
Senin, 05 Jun 2023, 19:20 WIBMATARAM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, telah menyiapkan skenario dan logistik sebagai langkah antisipasi dalam penanganan dampak musim kemarau tahun ini.
"Meskipun Kota Mataram berada di wilayah bagian hilir yang relatif kurang terdampak musim kemarau, tapi langkah antisipasi harus tetap kita siapkan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor di Mataram, Senin.
Beberapa potensi dampak musim kemarau di Kota Mataram antara lain penurunan debit air sumur warga, kebutuhan air untuk petani, serta potensi bencana kebakaran.
Untuk hal tersebut, katanya, skenario yang dilakukan BPBD Mataram adalah sudah menyiapkan satu unit mobil tangki air dengan kapasitas 2.500 liter yang siap dioperasionalkan ketika ada laporan dari warga yang membutuhkan air bersih untuk rumah tangga dan pertanian.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang memiliki mobil tangki air seperti Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Sosial, Pemadam Kebakaran, bahkan dengan BPBD Provinsi NTB.
"Artinya, ketika ada laporan masyarakat yang kekurangan air bersih akibat sumur mereka kering, kami bisa meminta bantuan ke OPD tersebut untuk menggunakan mobil tangki mereka untuk mendistribusikan air bersih," katanya.
Hanya saja, kataMahfuddin, hingga saat ini BPBD belum menerima laporan dari warga termasuk dari petani yang mengeluhkan kekurangan air.
Ia mengatakan, biasanya pada puncak musim kemarau penurunan debit air terjadi di wilayah bagian timur seperti di Kecamatan Sandubaya karena berada di hulu wilayah Mataram dan bagian utara di kawasan Rembiga.
"Tetapi, sejauh ini kami belum terima laporan mereka terdampak kekeringan. Sedangkan untuk pertanian, Dinas Pertanian sudah menyiapkan sumur bor di kelompok tani sebagai langkan antisipasi kekurangan air saat musim kemarau," katanya.
Di samping itu, skenario penanganan dampak kemarau dilakukan dengan meningkatkan koordinasi dan komunikasi dengan camat serta lurah se-Kota Mataram.
"Camat dan lurah kita minta berperan aktif agar segera melapor jika ada potensi dampak kemarau di wilayah masing-masing. Jika ada yang membutuhkan kita akan berikan respon cepat agar tidak berdampak luas," katanya.
Di sisi lain, dampak kekeringan yang perlu diwaspadai selain kekurangan air adalah potensi bencana kebakaran disebabkan karena kelalaian masyarakat baik itu kebakaran karena arus pendek listrik, maupun kompor atau penyebab lainnya.
"Karena itu kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagi potensi bencana. termasuk kebakaran saat musim kemarau," katanya.*
- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
- Musim Kemarau
- Kota Mataram
- BPBD
- kemarau kering
- Provinsi Nusa Tenggara Barat
- kemarau ekstrem
- musim kemarau kering
- BPBD Mataram
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kendaraan Tinggalkan Jabotabek Capai 1,48 Juta Unit per H-3 Lebaran
-
Korps Lalu Lintas Polri Berlakukan One Way Nasional KM 70–KM 414 Mulai Rabu Siang
-
DPRD Jabar Panggil BBKSDA Terkait Kematian Anak Harimau Benggala di Bandung Zoo
-
Menuntaskan Revitalisasi 30 Unit Sekolah di Pidie Jaya
-
BAPPISUS: Pemerintah Jamin Stok Pangan dan Energi Aman
-
Tekan Stunting, Pemkot Ambon Perkuat Pendampingan Keluarga
-
Menjemput Rindu di Jalur Ssunyi Lintas Timur Sumatera
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.