Respons Kebocoran Dokumen, Filipina Desak Pembaruan Protokol Siber di Asean

Minggu, 21 Jun 2026, 20:02 WIB

ISTANBUL - Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr pada Kamis (18/6) menyerukan kerja sama lebih dalam antara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) dan Russia untuk memerangi kejahatan siber, terorisme, dan ancaman keamanan maritim, karena tantangan transnasional membutuhkan respons terkoordinasi di luar batas negara.

Berpidato di KTT Peringatan Asean-Russia di Kazan, Russia, Ferdinand Marcos Jr. mengatakan ancaman keamanan yang muncul harus menjadi prioritas utama bagi kemitraan tersebut saat kedua pihak memperingati 35 tahun hubungan dialog.

Ket. Foto: Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr (kiri) dan Presiden Russia Vladimir Putin. — Sumber: AFP/ALEXANDER NEMENOV

"Ancaman transnasional seperti terorisme, perdagangan ilegal, kejahatan siber, dan penipuan daring tidak mengenal batas negara, dan begitu pula respons kita," kata Marcos didampingi Presiden Russia Vladimir Putin dan beberapa pemimpin dari 11 negara anggota perhimpunan tersebut.

Dia mendesak Asean dan Russia untuk memperkuat kerja sama praktis dalam keamanan maritim dan kontra-terorisme, meningkatkan ketahanan siber, dan membangun apa yang dia sebut sebagai "kebiasaan institusional untuk mengantisipasi daripada sekadar bereaksi".

Marcos, yang negaranya memegang jabatan ketua bergilir Asean tahun ini, menguraikan tiga prioritas untuk kerja sama di masa depan yakni keamanan, keterlibatan ekonomi, dan pertukaran antar masyarakat.

Di bidang ekonomi, dia mengatakan hubungan perdagangan dan investasi antara Asean dan Russia telah berkembang, tetapi masih di bawah potensinya. Dia menyerukan upaya yang lebih besar untuk meningkatkan fasilitasi perdagangan, meningkatkan arus investasi, serta mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah.

Menjelang KTT, Menteri Pembangunan Ekonomi Rusia Maxim Reshetnikov mengatakan saat forum bisnis Asean-Russia, Rabu (17/6), bahwa perdagangan antara Russia dan Asean meningkat 58 persen selama dekade terakhir menjadi 21 miliar dolar AS (sekitar Rp374,1 triliun).

Marcos juga menyoroti ketahanan pangan dan energi sebagai bidang kerja sama yang penting, menggambarkannya sebagai fondasi stabilitas regional.

Dia menekankan pertukaran pendidikan, pariwisata, beasiswa, dan kerja sama budaya, dengan mengatakan bahwa hubungan yang lebih kuat antar masyarakat akan memberikan dasar yang paling langgeng bagi kemitraan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan setelah Putin mengajak penguatan hubungan yang lebih erat dengan negara-negara Asia Tenggara pada KTT tersebut, dan menggambarkan hubungan Russia-Asean sebagai "faktor penstabil penting" di kawasan Asia-Pasifik di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.