Masyarakat Harus Beri Sanksi Produsen yang Tak Komit Atas Limbah Produknya
📅 Minggu, 04 Jun 2023, 17:44 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoSementara Wakil Wali Kota Depok yang juga alumni FTUI, Imam Budi Hartono yang mewakili Wali Kota mengungkapkan konsep pembangunan yang diterapkan adalah konsep pembangunan untuk semua, baik bagi mahluk hidup maupun mahluk tak hidup, sebab semua itu saling berkaitan.
Disebutkan, wilayah Depok dengan penduduk sekitar 2 juta jiwa memang masih menghadapi kendala dalam penanganan dan pengelolaan sampah. Total sampah yang dihasilkan sekitar 1000 ton /per hari dengan dasar perhitungan setiap warga menghasilkan sampah 0,6 kg per hari.
Bank-bank sampah yang ada baru sebatas pengelola sampah yaitu memisahkan sampah organik (60 persen) dan non organik termasuk plastik, sekitar 40 persen. Di tengah itu masih ada residu yang perlu penanganan serius. "Jika tidak ada komitmen bersama semua kalangan, maka masalah sampah tidak akan tuntas," katanya.
Wakil Wali Kota ini mengungkapkan target soal sampah ini selesai di tingkat RW, sehingga sampah tidak diangkut ke TPA Cipayung yang sudah overload. Jadi peran RT dan RW sangat vital dalam kaitan sampah ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sedangkan peneliti BRIN yang juga dosen Sekolah Ilmu Lingkungan (SIL) UI, Sri Wahyono mengatakan, pertambahan produk plastik meningkat tajam dalam beberapa dekade ini. Buah perdaban yang pada awlanya diproduksi untuk memudahkan kehidupan manusia, sekarang menimbulkan persoalan berat.
"Produksi plastik yang meningkat tajam itu menjadi malapetaka dan perhatian serius global ini karena kita tidak mampu mengolah dan menangani dampaknya yakni sampah plastik. Jumlah yang tertangani sekitar 22 persen dan itu jumlahnya sangat besar," kata Sari Wahyono.
Sebenarnya, lanjut Sari Wahyono, konsumsi plastik Indonesia lebih kecil dibanding negara lain. Kita memproduksi 17 kg per orang per tahun, lebih tnggi Thailand yang 60 persen per orang per tahun, apalagi Malaysia yang 65 kg per hari per tahun, dan negara maju di Eropa 100 kg per orang per tahunnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!