Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cegah Penularan Penyakit, Dinas Peternakan Purwakarta Perketat Hewan Ternak Masuk ke Pasar Hewan

📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Cegah Penularan Penyakit, Dinas Peternakan Purwakarta Perketat Hewan Ternak Masuk ke Pasar Hewan Doc: ANTARA/HO-Pemkab Purwakarta
Ket. Ilustrasi - Pasar Hewan Ciwareng, Purwakarta.

Purwakarta - Cegah penularan penyakit. Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta, Jabar, memperketat hewan ternak yang masuk ke Pasar Hewan Ciwareng untuk antisipasi penyebaran penyakit kulit berbenjol atau lumpy skin disease (LSD).

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta, Siti Ida Hamidah, di Purwakarta, Jumat, mengatakan, kasus penyakit LSD pertama kali ditemukan pada 6 Februari 2023, di posko pemeriksaan sebelum memasuki Pasar Hewan Ciwareng.

Penyakit itu ditemukan Tim Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta yang melakukan pemeriksaan hewan dan kontroling rutin lalu lintas ternak serta vaksinasi PMK (penyakit mulut dan kuku).

"Saat kegiatan itu, setiap hewan ternak yang akan masuk ke Pasar Hewan Ciwareng kita periksa satu per satu," katanya.

Dari pemeriksaan tersebut, menemukan kasus LSD pertama pada dua ekor sapi dan satu ekor kerbau.

Menurut dia, sejak ditemukan kasus penyakit LSD, Tim Kesehatan Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta memperketat monitoring dan kontroling untuk mencegah penularan dan penyebarannya.

"Sampai sekarang kita terus melakukan monitoring ketat setiap hewan ternak yang masuk ke Pasar Hewan Ciwareng. Itu dilakukan karena kami ingin memastikan semua penyakit itu tidak menyebar luas," kata dia.

Ida menyampaikan kalau jumlah hewan ternak sapi yang terkena penyakit LSD terhitung kecil dibandingkan dengan jumlah total ternak sapi di Purwakarta yang mencapai 13.808 ekor.

"Namun kami tidak ingin penyakit LSD menjangkiti sapi-sapi lain. Jadi kami akan terus melakukan monitoring dan kontrol ketat terhadap semua lokasi ternak sapi dan semua pasar hewan di Purwakarta, sehingga penyakit itu benar-benar bisa teratasi," katanya.

Sementara itu, hingga kini sudah ada ratusan hewan ternak sapi dan kerbau di Purwakarta yang telah mendapatkan suntikan vaksin untuk antisipasi penularan dan penyebaran penyakit LSD.

Catatan Dinas Peternakan dan Perikanan Purwakarta, hingga saat ini jumlah hewan ternak sapi dan kerbau yang sudah divaksin karena penyakit LSD mencapai 972 ekor.

Jumlah yang sudah vaksinasi LSD itu, terdiri atas sebanyak 960 ekor sapi dan 12 ekor kerbau.

Penyakit LSD adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh lumpy skin disease virus. Virus ini umumnya menyerang hewan ternak sapi dan kerbau.

Hewan ternak yang terjangkit penyakit LSD mudah dikenali dari bentuk fisiknya. Salah satu cirinya terdapat benjolan keras semacam cacar pada kulit. Biasanya pada areal perut, leher serta punggung hewan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.