Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pengusaha Singapura Berminat Berinvestasi pada Sektor Energi Hijau di IKN

📅 Jumat, 02 Jun 2023, 00:03 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pengusaha Singapura Berminat Berinvestasi pada Sektor Energi Hijau di IKN Doc: Sumber: BKPM – Litbang KJ/and - KJ/ONES

JAKARTA - Sejumlah pengusaha Singapura berminat berinvestasi dalam pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, terutama di sektor energi hijau atau energi terbarukan mulai dari kendaraan listrik, transportasi publik, ruang terbuka hijau, sekolah, dan rumah sakit.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di IKN Nusantara, Kalimantan Timur, baru-baru ini mengatakan atas pernyataan minat tersebut, maka Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan bertolak ke Singapura dan jadi pembicara di forum pengusaha Singapura pada 7 Juni mendatang.

Untuk mengakomodasi minat tersebut, pemerintah juga mempercepat penyelesaian persoalan tanah di IKN. Otorita IKN, kata Luhut, bekerja sama dengan Kapolda Kalimantan Timur dan Panglima Kodam VI Mulawarman, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan status tanahnya tidak menjadi penghalang investasi.

"Kami bekerja bersama-sama, saling berkoordinasi, dan pada tanggal 17 Juli ini persoalan tanah sudah harus selesai," kata Luhut.

Pada Rabu (31/5) sebanyak 130 pengusaha Singapura berkunjung ke IKN Nusantara di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur untuk melihat langsung kemajuan pembangunan IKN Nusantara.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, dan Kepala Otorita IKN, Bambang Susantono, menjelaskan konsep IKN sebagai kota rimba, kota cerdas, dan kota yang berkelanjutan.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo, mengatakan pihaknya mengajak para pengusaha Singapura menyaksikan langsung pembangunan IKN sekaligus menunjukkan bahwa proyek itu bukan lagi sekadar harapan, melainkan sudah menjadi kenyataan.

Banyak Beririsan

Peneliti Sustainability Learning Center (SLC), Hafidz Arfandi, mengatakan Singapura tetap konsisten sebagai penyumbang Foreign Direct Investment (FDI) terbesar di Indonesia. Pada 2022 lalu, nilai investasinya mencapai 6,5 miliar dollar Amerika Serikat atau sepertiga dari total penanaman modal asing langsung ke Indonesia pada kuartal I-2023 yang tercatat sebesar 1,3 miliar dollar AS.

"Secara natural, pasar keuangan Singapura banyak beririsan dengan operasi bisnis di Indonesia baik melalui FDI maupun skema-skema investasi lainnya. IKN tentunya menjadi harapan baru untuk mengakselerasi pertumbuhan di Asean, mengingat Indonesia mewakili sekitar 70 persen gross domestic product (GDP) Asean sehingga pertumbuhan di Indonesia akan memberikan multiplier effect buat kawasan," papar Hafidz.

Pemerintah, jelasnya, tinggal memastikan pembangunan IKN memiliki orientasi untuk membentuk kekuatan ekonomi baru yang rendah karbon, mulai dari penyediaan listrik, hingga desain infrastruktur misalnya dengan mengedepankan green building.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

44 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.