Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perut Sakit Setelah Makan? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 10:07 WIB | Oleh:
Perut Sakit Setelah Makan? 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya Doc: Times of India
Ket. Ilustrasi

Tak sedikit orang yang merasakan sakit perut ketika merasa lapar. Rasa sakit tersebut adalah normal dan akan hilang setelah makan.

Namun, bagi sebagian orang justru sebaliknya. Perut mereka mulai terasa sakit setelah makan.

Sakit perut sesekali setelah makan adalah hal yang normal. Hal ini menjadi masalah jika itu menjadi hal yang terjadi setiap hari. Sakit perut yang parah dan sering dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan yang mendasari dan mungkin memerlukan perhatian medis segera.

Dilansir dari Times of India, berikut penyebab perut sakit setelah makan.

  1. Makan berlebihan

Alasan paling umum untuk sakit perut setelah makan adalah makan berlebihan. Ketika Anda makan terlalu banyak, perut Anda mungkin akan terasa sakit.

Hal ini dikarenakan rata-rata perut kita hanya dapat menampung sekitar 1 atau 2 porsi makanan ketika Anda makan lebih dari itu, maka perut akan mengembang untuk memberi ruang bagi makanan tambahan. Hal ini pada akhirnya menyebabkan ketidaknyamanan dan sakit perut.

  1. Makan terlalu cepat

Alasan umum lainnya untuk sakit perut adalah makan terlalu cepat. Ketika Anda menelan makanan terlalu cepat, Anda menelan udara ekstra bersama makanan.

Ketika makanan ekstra mencapai perut Anda, hal itu menyebabkan kembung dan gas. Hal ini semakin membuat perut terlihat besar dan juga dapat menyebabkan ketidaknyamanan. Selain itu, hal ini juga dapat menghalangi tubuh untuk menyerap nutrisi.

  1. Gangguan pencernaan

Asupan kopi, alkohol, makanan pedas dan sitrat yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan. Itu berarti makanan-makanan ini dapat mempersulit tubuh untuk mencerna makanan dan mengubahnya menjadi glukosa.

Akibatnya, Anda mungkin merasa kembung dan mual. Beberapa orang bahkan mungkin menderita masalah gangguan pencernaan karena beberapa kondisi kesehatan yang mendasari seperti sindrom nyeri epigastrium (EPS) dan sindrom gangguan postprandial (PDS).

  1. Batu empedu

Batu empedu adalah endapan kecil, keras, seperti kristal yang terbentuk di dalam kantung empedu atau saluran. Kristal ini dapat mulai mengendap karena terlalu banyak kolesterol dalam empedu, fungsi kantung empedu yang tidak normal, atau karena penyebab lainnya.

Batu empedu ini dapat menyebabkan rasa sakit setelah makan, terutama jika makanan tinggi lemak. Nyeri kandung empedu juga dapat menyebabkan peradangan dan mungkin memerlukan perhatian medis segera.

  1. Intoleransi makanan

Kram perut, diare, dan muntah juga merupakan tanda-tanda intoleransi makanan. Intoleransi makanan adalah kondisi kesehatan di mana tubuh tidak dapat mencerna bahan-bahan tertentu dari makanan. Jadi, ketika makanan tersebut dikonsumsi, tubuh akan memicu reaksi, yang menyebabkan berbagai masalah yang berhubungan dengan perut. Ini adalah kondisi medis yang serius dan membutuhkan perhatian medis yang tepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Rona
6 Drama Korea Baru yang Waj...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.