Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tidak Realistis Harapkan Rupiah Menguat

📅 Selasa, 30 Mei 2023, 01:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Dalam perdagangan Senin, kurs dollar AS terhadap rupiah berada di posisi 14.962,85. Dalam waktu dekat menurut UOB, dollar AS bisa menembus angka 15.000 rupiah.

Ekspektasi Pasar

Sementara itu, ketahanan ekonomi AS telah meningkatkan ekspektasi pasar akan kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) lebih lanjut. Hal itu memicu penguatan dollar AS pada awal sesi perdagangan di Asia.

"Ekspektasi ini ditopang oleh data ekonomi AS yang membaik dan data indikator inflasi AS yang meninggi," kata pengamat pasar uang, Ariston Tjendra.

Pada Jumat pekan lalu, lanjut dia, data ekonomi AS menunjukkan hasil yang lebih baik dari ekspektasi.

Greenback tercatat membukukan kenaikan tertinggi baru dalam enam bulan ke posisi 140,91 yen per dollar AS dan menuju kenaikan bulanan lebih dari 3,0 persen terhadap mata uang Jepang.

Penurunan terbaru yen terjadi di balik kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, karena taruhan meningkat bahwa suku bunga di AS akan tetap lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama.

Data yang dirilis pada akhir pekan lalu menunjukkan belanja konsumen Amerika meningkat lebih dari yang diharapkan pada April dan inflasi meningkat, menambah tanda-tanda ekonomi yang masih tangguh.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS melonjak dengan imbal hasil dua tahun yang biasa mencerminkan ekspektasi suku bunga jangka pendek, naik lebih dari 10 basis poin ke level tertinggi lebih dari dua bulan di posisi 4,639 persen.

Obligasi pemerintah AS sendiri tidak diperdagangkan di Asia pada Senin, sehubungan dengan liburan Memorial Day di AS, sementara kontrak berjangka secara umum stabil. Imbal hasil tersirat berjangka sepuluh tahun mencapai 3,84 persen.

Terhadap dollar AS, euro turun 0,13 persen menjadi 1,0719 per dollar AS, sementara sterling turun 0,07 persen menjadi 1,2342 per dollar AS.

"Apakah dollar menopang reli yang kita lihat, saya pikir itu akan tergantung terutama pada data upah, atau pendapatan rata-rata dalam laporan gaji Jumat (2/6), dan jelas kita juga memiliki IHK sebelum Fed," kata Ray Attrill, Kepala Strategi Valas di National Australia Bank (NAB). "Masih banyak data mengalir sebelum kita sampai ke pertemuan bulan Juni," tambahnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Sabalenka Mengejar Kebangki...
Olahraga
Chelsea Menguji Formasi Ter...
Megapolitan
Rancangan Umum Sementara Pr...

Ekspor Jakarta Tumbuh 4 Persen Lebih

47 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Ekspor Jakarta Tumbuh  4 Pe...

PSG Gandeng Google, Gemini Resmi Jadi Asisten AI Klub

1.5 jam yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
PSG Gandeng Google, Gemini ...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.