Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tidak Realistis Harapkan Rupiah Menguat

📅 Selasa, 30 Mei 2023, 01:24 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Tidak Realistis Harapkan Rupiah Menguat Doc: ANTARA/MAKNA ZAEZAR
Ket. BATASI IMPOR PANGAN I Pekerja membongkar muat tepung terigu di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, beberapa waktu lalu. Jangan berharap rupiah menguat jika Indonesia tidak mengurangi impor pangan dan barang konsumsi dan memoratorium pembayaran bunga obligasi rekap BLBI.

» Jangan harap rupiah menguat jika impor barang konsumsi dan pangan serta pembayaran Obligasi Rekap BLBI tidak dihentikan.

» CME FedWatch perkirakan, peluang hampir 68 persen the Fed akan menaikkan suku bunga 25 basis poin pada Juni.

JAKARTA - Tren kembali naiknya suku bunga the Fed, mau tidak mau akan memaksa otoritas moneter untuk menaikkan suku bunga.

"BI selama ini konservatif, dengan kabar ini mungkin dipaksa untuk sedikit lebih agresif," kata pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, Senin (29/5).

Kemajuan dalam investasi langsung, katanya, sangat perlu agar ada pasokan valuta asing (valas) yang cukup sehingga tekanan kurs bisa berkurang.

"Sebab di sisi investasi portofolio dengan the Fed terus naikkan suku bunga, memang duit cenderung akan lari ke sana," kata Susilo.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, yang diminta pendapatnya secara terpisah mengatakan kesepakatan utang AS tidak akan mengubah banyak ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed. Tren suku bunga tinggi masih berlanjut setidaknya sepanjang 2023 karena masih banyak keraguan terkait kondisi likuiditas global.

Dampaknya pada Indonesia, kata Bhima, adalah pelemahan kurs rupiah karena menurunnya pendapatan ekspor komoditas dan ancaman capital outflow investasi asing di pasar surat utang.

Dia pun memperkirakan otoritas moneter yakni Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga acuan untuk menahan outflow yang berlebihan.

Sementara itu, ekonom dari STIE YKP Yogyakarta, Aditia Heru Nurmoko mengatakan jangan berharap rupiah menguat jika belanja yang tidak produktif seperti impor barang konsumsi dan pangan serta beban utang yang besar dari pembayaran Obligasi Rekap (OR) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) tidak dihentikan.

"Kalau terus dipaksakan untuk intervensi yang menggerus cadangan devisa, sampai kapan BI bisa bertahan. Selama kita masih impor barang konsumsi dan pangan serta masih bayar bunga Obligasi Rekap BLBI yang bunga berbunga, lalu kita berharap rupiah menguat itu tidak realistis," katanya.

Besarnya impor barang konsumsi dan pangan membuat industri sektor riil terus melemah sehingga pemerintah harus meminta BI membeli obligasi pemerintah.

"BI seharusnya tidak boleh membeli obligasi pemerintah dengan alasan burden sharing karena hal itu sama saja dengan mencetak uang. Ini jelas-jelas yang membuat rupiah melemah. Dan bank yang menerima obligasi rekap harus menahan labanya sebagai kompensasinya, bukan mebagi-bagi dalam bentuk dividen," kata Aditia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

34 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.