Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Target Defisit APBN 2024 Dianggap Masih Realistis

📅 Senin, 22 Mei 2023, 08:52 WIB | Oleh:
Target Defisit APBN 2024 Dianggap Masih Realistis Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 dinilai realistis di tengah pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Karena itu, pemerintah diperkirakan dapat mencapai target defisit APBN 2024 di kisaran 2,16-2,64 persen.

Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, menilai perekonomian secara bertahap membaik pascapandemi Covid-19. Seiring membaiknya ekonomi, lanjut Piter, pendapatan negara dari sisi pajak juga akan meningkat.

"Dengan demikian, defisit APBN juga akan makin mengecil," kata Piter, di Jakarta, Jumat pekan lalu.

Terkait pendapatan, Piter juga berpendapat target pemerintah mengenai pendapatan negara pada 2024 yang berada di kisaran 11,8-12,38 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) juga realistis.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, menyampaikan pemerintah menargetkan peningkatan pendapatan negara pada 2024. Tahun lalu, pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar 11,19 persen hingga 11,7 persen dari total PDB pada 2023.

Dari sisi belanja negara, pemerintah menargetkan besaran 13,97-15,01 persen dari PDB. Kemudian, keseimbangan primer ditargetkan bergerak menuju positif ke kisaran defisit 0,43 persen dan surplus 0,00 persen dari PDB. Sementara itu, rasio utang akan tetap terkendali dalam batas yang tetap bijak atau prudent di kisaran 38,07 persen hingga 38,97 persen dari PDB.

Adapun kebijakan belanja 2024 diarahkan untuk menuntaskan proyek prioritas strategis, yaitu pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), pemenuhan infrastruktur dasar dan konektivitas, serta pelaksanaan Pemilu 2024. Sedangkan secara keseluruhan, kebijakan APBN 2024 diarahkan untuk tetap ekspansif dan terukur untuk terus mendukung transformasi ekonomi.

Target penurunan defisit tahun depan bertujuan untuk mendorong pembiayaan yang hati-hati, kreatif, dan berkesinambungan agar bisa terus berkelanjutan. Menkeu juga menargetkan pertumbuhan ekonomi pada 2024 dapat menyentuh 5,3 persen hingga 5,9 persen. Penetapan target tersebut disusun berdasarkan fenomena guncangan besar perekonomian global serta tensi geopolitik global yang terus berlarut.

Sumber Potensial

Sementara itu, ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, menyarankan pemerintah mendorong penerimaan pajak melalui upaya ekstensifikasi. Bhima juga merekomendasikan pemerintah untuk segera menjalankan berbagai pajak yang telah memiliki payung hukum, misalnya pajak karbon yang diatur dalam Undang- Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Perpajakan (UU HPP).

Bhima berpendapat pajak karbon dapat menjadi sumber penerimaan negara yang potensial. Di sisi lain, Bhima juga mengatakan pemerintah perlu berhati-hati dalam memberikan insentif fiskal dari sisi pajak. Menurutnya, pemerintah perlu lebih menyaring lagi sektor-sektor usaha yang menjadi penerima insentif pajak agar dana yang digelontorkan dapat tepat sasaran dan berdampak positif pada perekonomian.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

52 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.