Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tiongkok Ungkapkan 'Ketidakpuasan yang Kuat' dengan Komunike G7

📅 Minggu, 21 Mei 2023, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tiongkok Ungkapkan 'Ketidakpuasan yang Kuat' dengan Komunike G7 Doc: DW/AP
Ket. Juru bicara Kemlu Tiongkok Wang Wenbin.

BEIJING - Tiongkok pada Sabtu (20/5) menyatakan "ketidakpuasan yang kuat" dengan komunike yang dikeluarkan oleh para pemimpin G7 yang membidik Beijing mengenai isu-isu Laut Tiongkok Selatan, hak asasi manusia (HAM), dan dugaan campur tangan dalam demokrasi mereka.

Para pemimpin dari tujuh negara kaya termasuk Presiden AS Joe Biden menghadiri pertemuan puncak sejak Jumat di kota Hiroshima, Jepang.

Blok tersebut mengeluarkan pernyataan yang menyerukan Tiongkok "untuk tidak melakukan kegiatan campur tangan" dan menyatakan keprihatinan tentang dugaan pelanggaran HAM di Tiongkok, khususnya di wilayah barat jauh Tibet dan Xinjiang.

Mereka juga mengatakan negara-negara G7 "sangat prihatin" tentang sengketa teritorial di Laut Tiongkok Selatan, secara tidak langsung menuduh Tiongkok melakukan "pemaksaan".

Beijing juga didesak oleh G7 untuk menggunakan pengaruhnya menekan Rusia agar mengakhiri invasinya ke Ukraina.

Tetapi Kementerian Luar Negeri Tiongkok membalas pada Sabtu malam, dengan mengatakan, "pendekatan G7 tidak memiliki kredibilitas internasional apa pun".

"G7 bersikeras memanipulasi isu-isu terkait Tiongkok, mencoreng dan menyerang Tiongkok," kata juru bicara kementerian luar negeri dalam sebuah pernyataan.

"Tiongkok mengungkapkan ketidakpuasannya yang kuat dan oposisi yang tegas dan telah mengajukan protes resmi kepada Jepang, negara tuan rumah KTT, serta pihak terkait lainnya."

Pernyataan G7 menekankan "pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan", tetapi Beijing menanggapinya dengan mengkritik blok tersebut karena tidak menunjukkan perlawanan yang jelas terhadap kemerdekaan Taiwan.

"G7 meneriakkan bahwa mereka ingin bergerak menuju dunia yang damai, stabil, dan sejahtera. Namun faktanya justru menghambat perdamaian dunia, merongrong stabilitas kawasan, dan menghambat pembangunan negara lain," kata juru bicara Kemlu Tiongkok.

Komunike Hiroshima adalah hasil negosiasi antara negara-negara G7, yang memiliki pendekatan berbeda tentang cara menghadapi Tiongkok.

Beberapa negara termasuk Amerika Serikat menyukai garis yang lebih kuat, sementara yang lain dari Eropa ingin menghindari konfrontasi lebih lanjut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

43 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.