Dialogue Series agar Mahasiswa Memahami SDGs
📅 Minggu, 21 Mei 2023, 00:28 WIB | Oleh: Marcellus Widiarto"Gabungan keduanya itulah merupakan orientasi sosial berbasis bisnis," kata Muhammad Hafidullah.
Dia mengungkapkan, sosiopreneur ini pernah diterapkan dengan agenda mengunjungi kawasan kumuh di Jakarta. Mayoritas konsumen tour ini adalah para bule yang penasaran dan ingin membuktikan ketimpangan sosial di Jakarta dan mereka juga diperbolehkan berinteraksi dengan warga setempat.
Social impactnya, separuh dari tour fee didonasikan untuk warga pemukiman kumuh yang dikunjungi. Jadi para peserta tour terpuaskan rasa keingin-tahuannya tentang bagaimana sebenarnya kondisi lingkungan kumuh di Jakarta, di sisi lain warga di lingkungan kumuh tentu mendapatkan manfaat ekonomis dari bagi hasil dari tour.
Padahal, biaya tour relatif tidak bisa dikatakan murah, yakni 50 dollar AS. Ini merupakan problem sosial yang diberikan solusi sehingga dapat memberdayakan masyarakat. Disinilah waktunya mahasiswa mengambil bagian dalam kegiatan ber-SDGs.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!