Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembicaraan Utang AS Macet, Dolar Jatuh

📅 Sabtu, 20 Mei 2023, 08:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembicaraan Utang AS Macet, Dolar Jatuh Doc: ANTARA/Rosa Panggabean
Ket. Petugas menghitung mata uang dolar AS di Mandiri Cash Center di Plaza Mandiri, Jakarta.

NEW YORK - Dolar AS jatuh terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (19/5) atau Sabtu pagi WIB, karena investor bertaruh bahwa Fed kurang hawkish dan negosiasi batas utang AS tiba-tiba terhenti memicu kekhawatiran gagal bayar pada 1 Juni.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,37 persen menjadi 103,1924 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,0807 dolar dari 1,0767 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2448 dolar dari 1,2404 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 138,0760 yen Jepang, lebih rendah dari 138,6390 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8998 franc Swiss dari 0,9050 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3509 dolar Kanada dari 1,3510 dolar Kanada. Dolar AS turun menjadi 10,5292 krona Swedia dari 10,5839 krona Swedia.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell berkomentar pada Jumat (19/5) bahwa situasi di sistem perbankan terkendali dan Fed tidak perlu menaikkan suku bunga sebanyak yang diperkirakan sebelumnya. Pernyataan Powell yang cukup dovish, bertentangan dengan ekspektasi pasar.

Sementara itu, dilaporkan bahwa pembicaraan berisiko tinggi tentang peningkatan batas utang pemerintah AS tiba-tiba terhenti pada Jumat (19/5) setelah negosiator Republik keluar dari ruangan. Tidak jelas apakah negosiasi akan dilanjutkan akhir pekan ini.

"Sampai orang bersedia melakukan percakapan yang masuk akal tentang bagaimana Anda benar-benar dapat bergerak maju dan melakukan hal yang benar, maka kita tidak akan duduk di sini dan berbicara," Garret Graves, perwakilan Partai Republik dari Louisiana, negosiator utama yang ditunjuk Ketua DPR Kevin McCarthy dalam pembicaraan, mengatakan kepada wartawan saat dia keluar dari pembicaraan pada Jumat (19/5).

Berita itu menggerogoti dolar. "Ini memberikan air dingin pada kemajuan nyata yang dicatat kemarin di mana Ketua DPR McCarthy mengira RUU bisa masuk ke DPR dalam minggu mendatang," tulis Action Economics di sebuah blog.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...

PIN SPMB Belum Masuk? Ini Penyebab dan Cara Ceknya

52 menit yang lalu | Andes Tanjung

Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.