Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menulis Harus Jadi 'Passion' Dosen

📅 Kamis, 18 Mei 2023, 19:27 WIB | Oleh:

Dia menekankan pentingnya literasi membaca atau reading literacy yaitu bagaimana kemampuan mengendalikan informasi. Lemahnya kebiasaan membaca akan menumpulkan kemampuan berfikir kritis. Karena ketidakmampuan berfikir kritis itu mengakibatkan ketidak mampuan membedakan fakta, opini, hoaks, dan informasi yang menyesatkan.

Mengutip sebuah buku yang menglas media sosial,Eduard mengatakan media sosial itu menghubunkan kita atau memisahkan kita? Apakah produktif atau sebaliknya membuang waktu. Sebab penggunaaan waktu yang lama dan tak terkendali untuk kepentingan media sosial, membuat waktu kita untuk rekreasi keluarga dan kepentingan sosial yang bermanfaat, seperti membaca buku, bergaul, menjadi berkurang.

"Jadi media sosial itu digunakan antitesa media komunikasi massa. Sehingga kata media sosial itu menyimpang dari makna sebenarnya. Kalau media komunikasi massa sifatnya vertikalsedangkan media sosial horizontal. Bila media komunikasi massa itu sifatnya dominan, topdown sedangkan media sosial, interaktif, orang bisa terlibat dalam pegambilan keputusan," katanya.

Dalam paparan akhirnya, Eduard menilai tepat pengambilan judul dengan kata perspektif komunikasi, dan media digital, tepat, lalu perspektifnya di mana? Perspektif komunikasi media digital Kita dapat lihat karakter media digital. Dia meungkinkan banyak hal terjadi dan pada saat bersamaan bisa diakses dan digunakan bersama.

"Sayangnya akses informasi itu tidak digunakan secara bermanfaat, informasi apa yang dibaca," kata Eduard.

Dinamika Budaya

Pembahas bedah buku ini,dosen Jurusan Desain ITB, Yasraf Amir Piliang melihat aspek budaya dalam konteks perkembangan media digital. Dia menyebutkan buku yang dibedah ini mengulas banyak dimensi media digital, keresahan buku ini adalah proses digotalisasi.

"Pendekatan multi disiplin dan metodenya melihat peluang-peluang bagi proses kretif, tapi tujuan pengayaan keilmuan bidang komunikasi media digital," katanya.

Yasraf melihat banyak sisi soal era digital saat ini. Misalnya bagaimana perbedaan antara media mainstream lama dan media digital yang lebih praktis. Bahkan dengan perkembangan terakhir yang mencerminkan multi komunikasi, siapa pun bisa membuat konten dan menilai konten lain melalui media digital.

Dimensi budaya yang nyata terasa saat ini, lanjut Yasraf, misalnya sebelumnya kita menganggap kehidupan itu bagaikan waktu kronologis yang dilukiskan dari babakan masa lalu, masa kini dan masa depan. Tetapi saat ini kita sebut sebagaiwaktu chronoscopic, tidak lagi kronologis. Jadi sifat chronoscopic yaitu kita bisa berkomunikasi (atau hidup) di satu tempat yang sama (di layar TV/Komputer) meski tempatnya berjauhan, bahkan lintas negara. Perubahan budaya berkomunikasi saat ini juga mengubah sikap dan persepsi kita tentang dimensi kehudupan.

Yang menarik juga diungkapkan Yasraf, bagaimana perubahan cara berkomunikasi yang menyangkat tulisan dalam WA atau Twitter. Di WA atau Twitter, hampir semua dilakukan dengan mempersingkat kata.

"Jangan-jangan lama-kelamaan orang ingin membuat skripsi, tesis atau pun disertasi dengan singkat saja," kata Yasraf bergurau.

Begitu juga dimensi lain dari pola komunikasi melalui pesan di media sosial yang justru bukan lagi mementingkan konten yang komunikatif dan baik, tapi bagaimana konten pesan itu segera dibalas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.