Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tingkatkan Kualitas Keluarga, BKKBN: Generasi Milenial Jadi Target Utama Program Bangga Kencana

📅 Minggu, 14 Mei 2023, 00:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tingkatkan Kualitas Keluarga, BKKBN: Generasi Milenial Jadi Target Utama Program Bangga Kencana Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.

Jakarta - Tingkatkan kualitas keluarga. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan generasi milenial dan post-milenial saat ini difokuskan menjadi target utama Program Bangga Kencana dalam mendorong terwujudkeluarga Indonesia berkualitas.

"Pembangunan keluarga adalah fondasi utama tercapainya kemajuan bangsa. Tahun 2025-2035 merupakan fase puncak periode bonus demografi yang harus terus dikapitalisasi," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Jakarta, Sabtu.

Ia menekankan pembangunan keluarga muda yang berkualitas kunci penting mewujudkan Indonesia Emas atau 100 Tahun Indonesia Merdeka sebab keluarga yang berkualitas akan hidup secara sehat dan produktif.

Oleh karenanegara diprediksi akan menghadapi bonus demografi atau masa di mana negara memiliki lebih banyak penduduk usia produktif, katanya, generasi muda saat ini menentukan pembangunan bangsa pada masa depan.

Dengan gaya mereka yang kekinian, katanya, pola komunikasi yang dilontarkan pemerintah ketika bersosialisasi harus diubah sesuai dengan kebutuhan anak muda saat ini.

Misalnya, katanya, Bangga Kencana tidak perlu selalu diberitahukan hanya terkait dengan program KB.

"Jangan hanya soal KB, namun membangun keluarga secara utuh dalam berbagai dimensinya, seperti persoalan stunting, ini masih menjadi problem bagi keluarga Indonesia," kata Hasto.

Dalam hal ini, katanya, target sasaran itu bisa mulai diperkenalkan dengan penyebab hingga dampak buruk stunting beserta cara pengentasanyang di antaranya melalui pemeriksaan kesehatan dan pemberian pendampingan pada calon pengantin, termasuk audit kasus stunting.

Bisa pula, ucapnya, mengenaiThree Zeroyakni bebas napza, tidak menikah di usia muda, dan tidak seks bebas.

"Oleh karena itu, keberadaan dan keaktifan Poktan (Kelompok Kegiatan) Bidang KSPK(Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga)menjadi urat nadi yang menandakan berjalan-tidaknya program pembangunan keluarga," kata Hasto.

Selain mempersiapkan generasi muda melalui aspek kesehatan, kehidupan berkeluarga juga harus diukur dan dipantau melalui capaian Indeks Pembangunan Keluarga (I-Bangga).

Ia menjelaskan semakin tinggi nilai I-Bangga suatudaerahmaka kualitas keluarga yang dinilai melalui ketenteraman, kemandirian, dan kebahagiaan keluarga masuk dalam kategori tangguh, begitu pun sebaliknya.

Ia juga membeberkan capaian I-Bangga pada 2024 ditargetkan menjadi 61. Akan tetapi, dalam data BKKBN pada 2022 capaian nasional baru menyentuh 56,07. Padahal, saat tahun yang sama ditargetkan I-Bangga mencapai 57.

Ia menjelaskan jika berdasarkan data BKKBN, provinsi dengan nilai I-Bangga tertinggi DIY (59,42), Kepulauan Riau (59,39), dan Banten (58,97).

"Sedangkan yang terendah adalah Papua (46,32), Papua Barat (51,45), dan NTT (53,51)," ujar Hasto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.