- Home
-
- Luar Negeri
-
- Italia akan Menarik Diri d...
Italia akan Menarik Diri dari Inisiatif Jalur Sutra Baru Tiongkok
Sabtu, 13 Mei 2023, 12:42 WIBROMA - Italia baru-baru ini dilaporkan akan meninggalkan nota kesepahaman Inisiatif Jalur Sutra Baru (Belt and Road Initiative/BRI) yang dijalin dengan Tiongkok.
Roma berencana untuk mengadakan pembicaraan dengan Beijing tentang potensi keluar dari program investasi infrastruktur global yang diadopsi Tiongkok pada 2013 dengan berinvestasi di lebih dari 150 negara dan organisasi internasional itu.
Dilansir oleh Euronews, satu kaki di masing-masing kubu: itulah yang coba dipertahankan oleh Italia dengan Tiongkok dan Amerika Serikat (AS). Roma berada di persimpangan: untuk meninggalkan inisiatif BRI, yang ditandatangani oleh pemerintah Conte dan berakhir pada 2024, lalu mendekat ke Washington dengan menjauh dari Beijing, atau memperbarui perjanjian?
Perdana Menteri Giorgia Meloni memilih yang pertama, tetapi apa risikonya bagi Italia? Bisakah menjadi pelanggaran kontrak?
"Nota kesepahaman bukanlah sebuah kontrak, dan oleh karena itu tidak ada implikasi hukum dan kewajiban yang harus dipatuhi oleh kedua belah pihak. Namun di atas segalanya, kesepakatan antara kedua pihak yang memiliki signifikansi politik bagi Tiongkok dan Italia," kata pakar, Hubungan Internasional di Universitas LUISS-Guido Carli Roma, Silvia Menegazzi.
Namun Meloni juga memutuskan untuk menghentikan kolaborasi ini untuk meyakinkan sekutunya.
Jika Italia etap berada di orbit pengaruh Tiongkok, Gedung Putih terganggu, tetapi Meloni tidak ingin mengambil risiko merusak perusahaan Italia dengan menjauhkan pemerintahnya secara definitif dari Tiongkok. Kemungkinan perjanjian lain akan ditandatangani dengan Beijing, tetapi kali ini hanya perjanjian komersial.
Namun, jika Roma telah memutuskan untuk menarik diri dari inisiatif ini, itu bukan hanya karena alasan politik tetapi juga karena alasan ekonomi. Presiden AS, Joe Biden telah meluncurkan rencana pemulihan ekonomi besar-besaran senilai 6,8 triliun dolar AS. Banyak perusahaan Italia menginginkan bagian, tetapi untuk mendapatkannya, Roma harus membuktikan dirinya sebagai sekutu yang dapat diandalkan.
Bisakah Italia mengalami risiko bencana ekonomi dengan tidak memperbarui inisiatif ini?
"Menarik diri dari Jalur Sutra memiliki sedikit kerugian ekonomi, saya kira. Ini mungkin melibatkan risiko ekonomi marjinal. Saya tidak berharap risiko ekonomi ini menjadi besar. Mungkin kita akan melihat tindakan terhadap, misalnya, boikot merek-merek mewah di Tiongkok. Itu akan tergantung apakah Tiongkok melihat ini sebagai sesuatu yang merugikan kepentingan intinya atau tidak. Saya rasa kita tidak akan melihat tanggapan keras (dari Beijing)," kata Francesca Ghiretti, seorang analis di Merics.
Sementara itu, waktu hampir habis: KTT G7 akan diadakan di Hiroshima, Jepang, pada tanggal 19 Mei, saat Meloni harus meyakinkan sekutu Baratnya.
.
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
-
Berantas Judol, Gubernur Pramono Instruksikan Satpol PP Sisiri QR Code di Ruang Publik
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.