Cegah Penyimpangan, Kemlu: Deklarasi Pemberantasan TPPO Penting bagi Masyarakat Asean
Sabtu, 13 Mei 2023, 00:20 WIBLabuan Bajo - Cegah penyimpangan. Deklarasi tentang Pemberantasan Perdagangan Manusia Akibat Penyalahgunaan Teknologi (TPPO) sangat diperlukan demi kepentingan masyarakat Asean, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.
Jubir menuturkan bahwa korban perdagangan manusia tidak hanya dari Indonesia saja, tetapi juga negara-negara Asia Tenggara lainnya.
"Kasus perdagangan manusia ini tidak hanya dirasakan oleh Indonesia walaupun fokus peristiwanya terjadi di negara seperti Myanmar, Kamboja, bahkan di Filipina. Namun, korbannya adalah masyarakat Asean itu sendiri," kata Faizasyah kepada ANTARA di Labuan Bajo, NTT, Kamis (11/5).
Oleh karena itu, sebuah deklarasi dari para pemimpin Asean dianggap sangat penting, terlebih karena kejahatan lintas negara kini makin berkembang di era maraknya teknologi dan media sosial.
Para pemimpin Asean menghasilkan sedikitnya 10 dokumen selama KTT ke-42 Asean di Labuan Bajo pada 10-11 Mei.
Salah satu dokumen yang dihasilkan adalah Deklarasi tentang Pemberantasan Perdagangan Manusia Akibat Penyalahgunaan Teknologi.
Dalam deklarasi tersebut, para pemimpin Asean sepakat untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi dalam pemberantasan perdagangan manusia dengan meningkatkan kapasitas penegak hukum dan lembaga terkait masing-masing negara anggota untuk menyelidiki dan mengumpulkan data dan bukti.
Selain itu, mereka sepakat meningkatkan kapasitas hukum untuk mengidentifikasi korban, mendeteksi, dan mengadili kejahatan, melakukan latihan dan operasi terkoordinasi bersama, serta penyelidikan bersama terkait TPPO dan kejahatan transnasional lainnya
"Pelaksanaannya akan dilakukan oleh pejabat-pejabat yang secara teknis menangani itu, yaitu kepolisian, imigrasi,cyber crimedan lain lain. Semua itu akan bergerak lebih terkoordinasi karena sudah ada fatwa," kata Faizasyah.
Presiden Joko Widodo sebelumnya menegaskan bahwa pemberantasan perdagangan manusia harus ditindaklanjuti dan dia mengajak negara-negara Asean untuk menindak tegas para pelaku utamanya.
- asean
- Kementerian Luar Negeri (Kemlu)
- Kemlu RI
- Perdagangan Orang
- Cegah
- Pemberantasan
- Deklarasi
- Penyimpangan
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kebakaran Hanguskan Gudang Katering di Ragunan, Jaksel
-
Kemlu RI Pulangkan 96 WNI dari Arab Saudi, Mayoritas Perempuan
-
Ini Jadwal Lengkap Liga Inggris Pekan ke-29: Newcastle vs Manchester United & Wolves vs Liverpool
-
Myanmar Merasa Dikucilkan oleh Asean
-
Wali Kota Makassar Temui Korban Banjir Biringkanaya, Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
-
Dubes Agus Widjojo Wafat, Kemlu Beri Penghormatan Terakhir di Gedung Pancasila
-
Lindungi Ternak di Jabar, Kementan Distribusikan 151 Ribu Dosis Vaksin PMK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.