Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Arti dan Pelajaran Penting dari Pandemi Covid Pasca Status Darurat Diakhiri

📅 Sabtu, 13 Mei 2023, 13:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Pandemi juga telah menunjukkan betapa pentingnya hubungan sosial dan kontak sosial, terutama kontak fisik. Bagaimana COVID tidak akan bisa selamanya mencegah interaksi sosial adalah sesuatu telah kita perdebatkan sebelumnya.

Menurut teori keamanan sosial, yang melihat stres dan kesejahteraan sebagai produk dari faktor biologis, psikologis, dan sosial, COVID menimbulkan ancaman ke " tatanan sosial yang membuat manusia tangguh dan membuat kita tetap hidup dan sehat".

Tidak mengherankan jika kepuasan hidup dan kebahagiaan adalah terendah selama lockdown, dan terpulihkan saat orang mulai bergaul lagi secara sosial.

Keadaan darurat belum berakhir untuk semua orang

Saat kita menandai akhir dari fase darurat, penting untuk mengingat hampir tujuh juta jiwa hilang atau meninggal karena COVID sejak 2020.

Dan tentu saja, kita harus mempertimbangkan bahwa bagi sebagian orang, terutama mereka yang rentan secara klinis, keadaan darurat belum berakhir, dan mungkin tidak akan pernah berakhir.

Meski bukan lagi darurat kesehatan kesehatan masyarakat global, seperti yang diingatkan oleh WHO, COVID masih bertanggung jawab atas jutaan infeksi dan ribuan kematian setiap minggu di seluruh dunia. Juga, berkat COVID yang panjang (long COVID), ratusan juta orang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Ke depan, kita perlu beralih dari mengandalkan resiliensi individu menjadi membangun resiliensi di institusi kita. Kita semua dapat mengambil tindakan untuk terus melindungi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita dari COVID dan virus pernapasan lainnya (seperti mencuci tangan dan tetap memperbarui dengan vaksinasi). Namun, tanggung jawab untuk mencegah keadaan darurat kesehatan masyarakat tidak boleh diletakkan hanya di tangan publik.

Pemerintah, pemberi kerja, dan otoritas kesehatan dapat mengambil tindakan di masa kini untuk melindungi dari darurat kesehatan masyarakat masa depan.

Secara sistematis menangani misinformasi, meningkatkan ventilasi di sekolah, tempat kerja, dan ruang dalam ruangan publik lainnya, dan melakukan perbaikan jangka panjang untuk cuti sakit berbayar adalah cara yang baik untuk mulai membangun lebih banyak masyarakat yang tangguh dalam persiapan untuk pandemi berikutnya.

Semoga ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah kita lihat seumur hidup kita.The Conversation

Simon Nicholas Williams, Lecturer in Psychology, Swansea University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.