Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perdamaian Myanmar Tak Ada Kemajuan, Jokowi: ASEAN Harus Bersatu

📅 Kamis, 11 Mei 2023, 13:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perdamaian Myanmar Tak Ada Kemajuan, Jokowi: ASEAN Harus Bersatu Doc: CNA/Pool via Reuters/Achmad Ibrahim
Ket. Presiden Indonesia Joko Widodo menyampaikan pidatonya pada KTT ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia, 10 Mei 2023.

LABUAN BAJO - Tidak ada kemajuan signifikan yang dilakukan junta militer dalam mengimplementasikan rencana perdamaian Myanmar yang disepakati dengan ASEAN dua tahun lalu. Blok tersebut harus bersatu dalam memutuskan bagaimana mengatasi krisis, kata Presiden RI Joko Widodo, Kamis (11/5).

Jokowi, yang merupakan ketua ASEAN tahun ini, berbicara di hari kedua pertemuan para pemimpin ASEAN di Labuan Bajo di mana konsesus lima poin atau 5PC, demikian sebutan rencana perdamaian Myanmar, menjadi sorotan.

"Saya harus bicara terus terang. Soal penerapan 5PC, belum ada kemajuan yang signifikan," ujarnya."Oleh karena itu, persatuan ASEAN diperlukan untuk memutuskan langkah selanjutnya."

Jokowi meminta kelompok beranggotakan 10 orang itu, di mana Myanmar adalah anggotanya, memetakan jalan ke depan untuk mengurangi kekerasan yang meningkat di Myanmar sejak tentara menggulingkan pemerintahan yang dipimpin oleh Aung San Suu Kyi pada 2021.

Kudeta tersebut memicu protes luas yang ditumpas oleh militer.Tentara sejak itu memerangi pemberontak etnis minoritas yang mencari penentuan nasib sendiri dan bersekutu dengan pejuang pro-demokrasi.

Sebagai ketua ASEAN, Indonesia telah berbicara dengan semua pihak dalam beberapa bulan terakhir dalam upaya mewujudkan pembicaraan.

ASEAN bulan lalu mengutuk junta militer atas serangan udara terbaru dan paling mematikan yang menewaskan sedikitnya 100 orang.Junta mengatakan sedang memerangi "teroris".

ASEAN melarang pemimpin junta Myanmar untuk menghadiri pertemuan di Labuan Bajo karena kegagalannya mengimplementasikan rencana tersebut, yang disetujui oleh jenderal tertinggi pada April 2021 dalam sebuah pertemuan di Jakarta.

Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn mengatakan kepada Reuters di sela-sela KTT bahwa rencana tersebut, yang melibatkan penghentian kekerasan, akses kemanusiaan dan dialog di antara semua pihak, akan tetap menjadi dasar untuk terlibat dengan junta.

"Dari pihak ASEAN, ada keinginan kuat untuk membantu Myanmar, tapi itu tidak mudah," ujarny. "Roma tidak dibangun dalam semalam," tambahnya.

"Yang harus kita lakukan adalah memastikan bahwa kekerasan dihilangkan. Itulah intinya."

Di tengah laporan tentang ketidaksepakatan dalam ASEAN tentang bagaimana menangani krisis Myanmar, Menteri Luar Negeri Malaysia Zambry Abdul Kadir, mengatakan blok itu serius tentang masalah ini "tetapi harus bersatu".

"Semua orang ingin menemukan solusi damai, dan langgeng," katanya.

Para pemimpin ASEAN juga berjanji untuk bekerja sama dalam memerangi perdagangan manusia, melindungi pekerja migran, dan mendukung industri kendaraan listrik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

19 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.