Bank Tradisional Masih Punya Peran Krusial

Rabu, 10 Mei 2023, 00:00 WIB

JAKARTA - Bank tradisional masih mempunyai peran krusial di era kemajuan ekonomi digital saat ini. Bank-bank tradisional saat ini masih mampu berperan sebagai instansi yang memastikan transaksi antarpihak aman dilakukan, serta sebagai pilihan utama masyarakat untuk menyimpan asetnya dengan jaminan.

"Jadi secara tradisional, bank tetap akan menjadi fasilitator untuk memastikan ketika pembayaran dilakukan, uang sampai ke tujuan pelanggan. Siapa pun yang melakukan transaksi di bank, akan menerima uang itu dengan aman," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi Bankir Asean, Paul Gwee, di Jakarta, Selasa (9/5).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, hal tersebut Paul sampaikan dalam perhelatan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2023 yang diadakan tanggal 7-10 Mei 2023 di Jakarta Convention Center, Jakarta.

Belum Dapat Digantikan

Di tengah munculnya perusahaan-perusahaan teknologi finansial (fintech), peran bank saat ini belum dapat digantikan. Paul menjelaskan meskipun di awal kemunculan fintech sedikit mengalami persaingan dengan bank konvensional, saat ini kedua jenis instansi tersebut telah berupaya untuk bersinergi guna membangun perekonomian digital yang maju di kawasan.

"Pada saat fintech ini muncul, Anda tahu bagaimana bank merespons, kemunculan fintech saat itu cukup menantang bank yang menurut saya, yang mereka lakukan merupakan persaingan yang baik. Namun, sekarang ada pengembangan QR dan real time transfer yang jadi kolaborasi antara fintech dan perbankan," jelas Paul.

Tahun ini, FEKDI mengangkat tema Synergy and Innovation of Digital Economy: Fostering Growth. FEKDI 2023 merupakan bagian dari rangkaian acara keketuaan Asean Indonesia pada jalur keuangan.

Acara ini menjadi ajang etalase inovasi produk dan layanan, serta sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital hasil kolaborasi dari Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Perekonomian.

Secara terpisah, Head of Macroeconomic & Financial Market Research PT Bank Mandiri Tbk, Dian Ayu Yustina, menyebut kinerja sektor perbankan di Indonesia masih sehat di tengah kegagalan tiga bank di Amerika. Hal tersebut disebabkan eksposur perbankan yang bermasalah di Amerika yang minim kepada bank di Indonesia.

"Dilihat dari berbagai indikator, resiliensi perbankan kita masih sangat baik. CAR (Capital Adequcy Rasio) kita masih mencapai level di atas ketentuan sebesar 25,88 persen," katanya.

Kondisi perbankan Indonesia saat ini juga lebih baik dibandingkan saat krisis ekonomi global pada 2008 di mana saat itu permodalan perbankan yang tampak dari CAR hanya mencapai 16,76 persen.

Di kuartal I 2023, Loan to Deposit Rasio (LDR) perbankan nasional yang sebesar 79,81 persen juga dipandang cukup baik, demikian pula kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang rendah sebesar 2,59 persen.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.