Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

20 WNI diduga korban TPPO di Myanmar Diinentifikasi Atase Kejaksaan KBRI

27 Senin, 08 Mei 2023, 18:44 WIB | Oleh:
20 WNI diduga korban TPPO di Myanmar Diinentifikasi Atase Kejaksaan KBRI 20 WNI diduga korban TPPO di Myanmar Diinentifikasi Atase Kejaksaan KBRI Doc: ANTARA/HO-Puspenkum Kejaksaan Agung
Ket. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Thailand di Bangkok.

JAKARTA - Atase Kejaksaan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Thailand di Bangkok melakukan identifikasi terhadap 20 warga negara Indonesia (WNI) diduga korban perdagangan orang di Myanmar guna mempercepat proses pemulangan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung RI Ketut Sumedana dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, mengatakan Atase Kejaksaan bekerja sama dengan otoritas Thailand tempat 20 WNI dievakuasi dari Myawaddy, Myanmar.

"Atase Kejaksaan bersama otoritas setempat gerak cepat melakukan identifikasi korban untuk mempercepat proses pemulangan 20 orang pekerja informal asal Indonesia di Myanmar," kata Ketut.

Menurut Ketut, otoritas Thailand mengakui 20 WNI tersebut sebagai korban, setelah dilakukan penyelamatan oleh jejaring lokal.

Tidak hanya itu, lanjut Ketut, Atase Kejaksaan di KBRI Bangkok bersama KBRI Bangkok dan unsur terkait dengan melibatkan pihak berwenang di Thailand juga melakukan negosiasi serta mitigasi atas potensi permasalahan hukum dan keimigrasian yang dihadapi oleh 20 orang WNI tersebut.

Hasil pemeriksaan perkara tersebut diketahui 20 orang pekerja asal Indonesia tersebut masuk ke wilayah Thailand secara legal, namun melakukan penyeberangan ke Myanmar secara ilegal.

"Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang intensif dengan otoritas Thailand untuk menghindari terjadi permasalahan hukum lebih lanjut," tutur Ketut.

Perkembangan terkini terkait kondisi 20 WNI tersebut, kata Ketut, seluruhnya dalam keadaan selamat dan berada di bawah perlindungan KBRI Bangkok.

Untuk selanjutnya akan dilakukan pemulangan terhadap 20 WNI tersebut.

"Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepada jejaring lokal yang bekerja sama dengan KBRI Yangon dan KBRI Bangkok atas penyelamatan 20 orang pekerja informal asal Indonesia di Myanmar," ujar Ketut.

Diberitakan sebelumnya, 20 WNI diduga korban perdagangan orang telah dievakuasi dari Myadwaddy, Myanmar ke Thailand pada Sabtu (6/5).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Xi Jinping Buka Pertemuan Penting PKT

55 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Xi Jinping Buka Pertemuan P...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.