Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saham Inggris Akhirnya Berakhir Menguat

📅 Kamis, 04 Mei 2023, 06:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saham Inggris Akhirnya Berakhir Menguat Doc: Antara/REUTERS/Paul Hackett
Ket. Pekerja terlihat berbincang di atas papan elektronik pergerakan saham di London Stock Exchange, Inggris.

London - Menguat, saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Rabu waktu setempat (3/5/2023), berbalik menguat dari kerugian sehari sebelumnya, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terangkat 0,20 persen atau 15,34 poin menjadi menetap di 7.788,37 poin.

Indeks FTSE 100 merosot 1,24 persen atau 97,54 poin menjadi 7.773,03 poin pada Selasa (2/5/2023), setelah meningkat 0,50 persen atau 38.99 poin menjadi 7.870,57 poin pada Jumat (28/4/2023), dan berkurang 0,27 persen atau 21,06 poin menjadi menetap di 7.831,58 poin pada Kamis (27/4/2023).

Pasar saham London ditutup pada Senin (1/5/2023) untuk libur Hari Buruh.

Pearson PLC, sebuah perusahaan penerbitan dan pendidikan multinasional Inggris yang berkantor pusat di London melambung 10,08 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips setelah anjlok sehari sebelumnya.

Diikuti oleh saham kelompok perusahaan telekomunikasi multinasional Inggris Vodafone Group PLC yang terdongkrak 2,64 persen; serta perusahaan manufaktur Inggris yang berspesialisasi dalam membeli, berinvestasi, dan mendivestasi perusahaan teknik Melrose Industries PLC menguat 2,56 persen.

Sementara itu, Evraz PLC, sebuah perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia, membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terjungkal 12,59 persen.

Disusul oleh saham perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia Polymetal International PLC yang tergelincir 4,17 persen; serta induk perusahaan dan perusahaan asosiasi yang menawarkan berbagai layanan perbankan dan jasa keuangan Inggris, Lloyds Banking Group PLC kehilangan 3,57 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.