BPI Tidak Bisa Digabung dengan Beasiswa Lain

Kamis, 04 Mei 2023, 01:20 WIB

JAKARTA - Kepala Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi, Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anton Rahmadi, mengatakan Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) tidak bisa digabung dengan beasiswa lain.

Hal tersebut disampaikan dalam pembukaan pendaftaran BPI 2023 secara virtual. "Program beasiswa ini tidak dapat digabungkan bersama dengan beasiswa lainnya dan apabila melanggar akan dikenakan sanksi," ujar Anton, di Jakarta, Rabu (3/5).

Ket. Foto: Kepala Balai Pembiayaan Pendidikan Tinggi, Kementerian, Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Anton Rahmadi, dalam pembukaan pendaftaran BPI 2023 secara virtual, Rabu (3/5). — Sumber: koran jakarta/Tangkapan Layar/Muhamad Ma’rup

Dia menambahkan, program BPI juga hanya untuk kelas reguler. Calon pendaftar yang ingin mendaftar program ini harus memastikan daftar universitas tujuan tertera pada daftar yang ada.

"Jadwal pendaftaran BPI tujuan perguruan tinggi (PT) luar negeri berlangsung pada 2 s.d. 31 Mei 2023, sedangkan masa pendaftaran BPI tujuan PT dalam negeri berlangsung pada 2 Mei s.d. 30 Juni 2023," jelasnya.

Anton mengungkapkan, terdapat tujuh program BPI bergelar, yaitu Beasiswa Calon Guru SMK (S1), Beasiswa Pelaku Budaya (S1-S3), Beasiswa Indonesia Maju (S1-S3) secara mandiri, Beasiswa Perguruan Tinggi Akademik (S2-S3), Beasiswa Perguruan Tinggi Vokasi (S2-S3), Beasiswa Pendidik dan Tenaga Kependidikan (S2-S3), dan Dosen LPTK/Pendidikan Profesi Guru (S3).

"Garis besar penerimaan BPI, yaitu dana pendidikan, dana pendukung, dan biaya pendukung (penyandang disabilitas)," katanya.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, menyampaikan selain jenjang S1 hingga S3 untuk pendidikan kesarjanaan dan keprofesian, BPI juga tersedia untuk pendidikan nongelar. Pada tahun 2021, kami memberikan dukungan pendanaan untuk lebih dari 2.000 penerima beasiswa dan pada 2022 jumlahnya meningkat menjadi 4.000 penerima.

"Penerimanya meliputi pelajar berprestasi, pelaku budaya, guru, tenaga kependidikan, serta dosen yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di dalam maupun luar negeri," terangnya.

Dia berharap, para penerima beasiswa dapat meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Selain itu, dapat juga meningkatkan pengetahuan dan kapasitas.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.