Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinkes Tulungagung Gelar Pengasapan untuk Tangani Kasus Chikungunya

📅 Rabu, 03 Mei 2023, 06:30 WIB | Oleh:
Dinkes Tulungagung Gelar Pengasapan untuk Tangani Kasus Chikungunya Doc: ANTARA/Destyan Handri Sujarwoko
Ket. Petugas melakukan pengasapan di Desa Samir, Ngunut, Kabupaten Tulungagung, Selasa (2/5).

TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Selasa, menggelar pengasapan di Desa Samir, Kecamatan Ngunut yang terdeteksi muncul sebaran kasus chikungunya.

Ada tiga petugas diturunkan untuk berkeliling melakukan pengasapan ke lingkungan terdampak kasus yang bisa menyebabkan korban mengalami kelumpuhan sesaat tersebut.

"Hari ini tadi ada dua desa yang kami lakukan tindakan pengasapan. Selain di Desa Samir, Kecamatan Ngunut, fogging(pengasapan) juga kami lakukan di Desa Jatimulyo, Kecamatan Kauman," kata Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes Tulungagung Didik Eka di Tulungagung.

Selama periode April lalu, lanjut dia, tercatat 34 warga terjangkit chikungunya. Rinciannya, di Desa Samir ditemukan 13 kasus dan Desa Jatimulyo21 kasus.

Mengingat kondisi cuaca yang sepekan terakhir cenderung penghujan, Didik memperkirakan kasus chikungunyaberpotensi meluas.

Upaya penanganan saat ini terus dilakukan tidak hanya melalui pengasapan, namun juga gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Penanggulangan juga dilakukan dengan menabur larvasida serta penerapan 3M, yakni menguras, menutupi semua tempat tampungan air, serta mendaur ulang sampah yang bisa digunakan berkembang biak nyamuk.

Menurut Didik, lonjakan kasus chikungunya juga dipengaruhi mobilitas warga yang tinggi selama Lebaran.

Meski begitu, katanya, penyakit yang dibawa oleh nyamuk Aides eygipti dan Aides albolitus ini tak menular antarmanusia, kecuali melalui kedua nyamuk tersebut.

"Jika ada yang sakit lalu digigit nyamuk terus menggigit orang yang sehat, bisa menular," katanya.

Namun, katanya, tak semua orang yang tergigit nyamuk itu tertular. Mereka hanya menjadi vektor penyakit tersebut, dan bisa menularkan kembali jika tergigit nyamuk.

"Gejala penyakit ini antara lain demam, pusing, timbul bintik merah pada kulit dan nyeri pada persendian," katanya.

Jika parah, katanya, orang yang tertular akan kesulitan beraktivitas, lantaran mengalami nyeri di persendian hingga tak bisa berjalan.

"Beruntung penyakit ini bisa sembuh dengan pengobatan yang tepat dan belum ditemukan kasus meninggal akibat chikungunya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.