Sewu Dino: Konflik Dua Keluarga dalam Serangan Sihir Seribu Hari
📅 Selasa, 02 Mei 2023, 06:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
"Sudah 3 juta orang lebih yang memasuki gerbang santet Sewu Dino!" Demikian tulis CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, di akun instagram pribadi dan akun resmi film Sewu Dino, Senin (1/5).
Apa yang dicapai adaptasi novel sekaligus thread akun Twitter @SimpleM81378523 ini memang masih jauh di bawah pendahulunya, KKN di Desa Penari, dengan lebih dari 10 juta penonton, atau Pengabdi Setan 2 Communion, 6,3 juta penonton. Namun garapan sutradara Kimo Stamboel ini meraih angka tersebut kurang dari dua pekan, sejak dirilis pada 19 April 2023.
Sederet nama tenar diturunkan seperti Rio Dewanto, Karina Suwandi, Mikha Tambayong, Gisellma Firmansyah, Marthino Lio, Givina Lukita Dewi, dan Pritt Timothy. Selain jeli memilih waktu perilisan (bertepatan dengan libur lebaran), Sewu Dino sendiri memang memiliki kekuatan cerita yang membuat film tidak sekedar ajang jump scare, namun paket hiburan yang lengkap.
Kimo juga cerdas dalam mengalirkan cerita, diawali adegan pembuka bernuansa mistis dan jump scare, dilanjutkan dengan gaya tutur slow burn sepanjang film, dan dipungkasi dengan plot twist yang mengungkap kompleksitas konflik dua keluarga. Film ini seolah mampu membawa penonton hadir langsung dalam sebuah gubuk terpencil di tengah hutan, tempat Dela Atmojo (Gisellma Firmansyah), keturunan terakhir dari keluarga Atmojo, harus berjuang melawan makhluk jahat kiriman Sabdo Kuncoro (Marthino Lio) yang menguasai tubuhnya.
Serangan teluh
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kamar yang terkunci rapat, Dela tergeletak lemah akibat kerasukan jin Sengarturih, dan jika makhluk tersebut dapat bercokol hingga seribu hari, inangnya akan kehilangan nyawa. Tak ingin kehilangan cucunya, nenek Dela, Karsa Atmojo (Karina Suwandi), menjalankan ritual Basuh Sedo dengan bantuan seorang paranormal, Mbah Tamin (Pritt Timothy) dan tiga gadis berweton Jumat Kliwon, Sri (Mikha Tambayong) Erna (Givina Lukita) dan Dini (Agla Artalidia).
Setiap hari selama seribu hari ketiga orang yang kesulitan ekonomi ini harus membasuh tubuh Dela. Basuh Sedo yang dijalankan sebelum matahari terbenam itu bertujuan menenangkan makhluk jahat dalam tubuh Dela. Sebelumnya, Karsa telah kehilangan anak dan menantu akibat dibantai oleh Dela yang kerasukan Sengarturih.
Selain membuat jiwa Dela terkurung di alam gaib, teluh ganas ini juga memiliki dampak pada anggota keluarga lain. Sekujur tubuh Karsa Atmojo menderita infeksi kulit yang aneh. Penyakit itu baru sembuh setelah jiwa Dela berhasil diselamatkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Eskalasi ketegangan
Sepanjang film penonton seperti digiring dalam kengerian saat mengikuti prosesi ritual yang penuh dengan teror dari Sengarturih yang ingin menggagalkannya. Apalagi ketiganya harus tinggal dalam rumah yang sama dengan tubuh Dela yang didiami oleh makhluk jahat tak kasat mata.
Film pada awal berjalan pelan dan tampak biasa-biasa saja, namun setiap menit ketegangan dan keseraman semakin meningkat.
Kepiawaian Kimo tak terbatas hanya pada gimmick jump scare. Sutradara Ratu Ilmu Hitam (2019) ini mampu menuangkan cerita dalam sebuah plot twist di bagian akhir, mengungkap antagonis sebenarnya. Penonton yang awam dengan novel atau tweet kisah ini, akan mendapat pencerahan dari mid-credits scene tentang kerumitan konflik antara keluarga Atmojo dan keluarga Kuncoro.
Petunjuk prekuel
Lewat adegan tersembunyi dan sebuah dialog, Manoj Punjabi seolah memberi petunjuk tentang kemungkinan film kedua yang lebih tepat disebut prekuel Sewu Dino, Janur Ireng.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!