Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Perlu Dorong Diversifikasi Mata Uang

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 08:29 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Perlu Dorong Diversifikasi Mata Uang Doc: istimewa

JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai Indonesia bisa menjadi lokomotif gerakan untuk mengurangi kebergantungan terhadap dollar AS atau dedolarisasi melalui Keketuaan Asean 2023 dalam konteks regional. Karenanya, berbagai kebijakan strategis tentang dedolarisasi perlu dibahas secara terstruktur dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asean pada 9-11 Mei 2023 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Posisi strategis yang diemban oleh Indonesia menjadi kesempatan untuk membuat kesepakatan regional yang bisa memberikan keuntungan ekonomi untuk seluruh negara anggota Asean," ujar Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo Ajib Hamdani dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (26/4).

Menurut Ajib, berbagai kebijakan dedolarisasi yang bisa dibangun dengan negara-negara hubungan dagang, paling tidak akan memberikan tiga dampak positif terhadap ekonomi Indonesia. Pertama, efisiensi lantaran ketika terjadi transaksi dagang antar dua negara, maka transaksi bisa langsung menggunakan mata uang bersangkutan.

Dampak kedua yakni Indonesia relatif terhindar dari ancaman krisis finansial global karena banyaknya diversifikasi mata uang yang dilakukan dalam transaksi internasional. Ketiga, keuntungan dalam neraca pembayaran dan kesehatan fiskal Indonesia, terutama ketika dolar Amerika Serikat (AS) lebih terdepresiasi dan stabil.

Dedolarisasi adalah proses penggantian dollar AS sebagai mata uang yang digunakan untuk perdagangan dan/atau komoditas lainnya. Hal ini menjadi bagian dari kebijakan pemerintah yang akan mendongkrak nilai tukar mata uang lokal terhadap dolar AS.

Fenomena Global

Dia menuturkan gerakan dan kebijakan dedolarisasi juga menjadi fenomena global yang diambil oleh negara-negara maju dengan orientasi ekonomi yang sama, misalnya kelompok negara BRICS yang beranggotakan Brasil, Russia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan, yang berupaya mengurangi penggunaan dollar AS dalam bertransaksi antar negara.

"Tiongkok dengan Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 17,5 miliar dollar AS bisa menjadi motor lokomotif ekonomi dunia. Ditambah dengan Rusia yang bisa membuat kontraksi ekonomi global, tentunya akan memberikan dampak yang signifikan dalam konteks politik dan ekonomi," jelasnya.

Selain itu, kata dia, India juga mempunyai potensi ekonomi yang luar biasa karena memiliki permintaan dalam jumlah penduduk terbesar kedua di dunia, dengan lebih dari 1,4 miliar populasi.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengemukakan pandangan senada dengan Menteri Keuangan RI Sri Mulyani tentang dedolarisasi. Gubernur BI menyebutkan Indonesia sudah menggagas diversifikasi penggunaan mata uang, misalnya dalam mekanisme kerja sama transaksi mata uang lokal alias Local Currency Transaction (LCT).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
Megapolitan
BMKG Peringatkan Hujan Leba...

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.