Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

1.001 Jiwa di Leuwisadeng Terdampak Banjir Bandang

📅 Kamis, 27 Apr 2023, 22:28 WIB | Oleh:
1.001 Jiwa di Leuwisadeng Terdampak Banjir Bandang Doc: ANTARA/M Fikri Setiawan
Ket. Lokasi banjir bandang di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/4)

KABUPATEN BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mencatat 1.001 jiwa di Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng terdampak banjir bandang luapan aliran air Kali Cinanggung.

"Saya tadi berkeliling ke lokasi bencana, ini merupakan bencana yang cukup besar yang pertama terjadi dalam beberapa tahun terakhir," kata Pelaksana Tugas Bupati BogorIwan Setiawan usai meninjau lokasi bencana di Desa Sadeng, Bogor, Kamis.

Sebanyak 1.001 jiwa tersebut terdiri atas 316 KK yang kediamannya terkena banjir bandang pada Senin (24/4) malam. Mereka yang terdampak berada di Kampung Paku RT01, RT02, RI03, RI04 (RW04), RT02, RT03, RT04 (RW03) dan Kampung Cikadu RT01, RT02, RT03 (RW03).

Iamenjelaskan sebagian korban terdampak diungsikan sementara ke Masjid Baiturrahmah, tidak jauh dari lokasi banjir bandang. Banyak masyarakat menangani sendiri material lumpur dari rumah mereka serta membersihkan barang-barang milik mereka.

"Saya datang agak telat karena sehari melakukan asesmen, menghitung kerugian berapa yang harus kita bantu, termasuk juga membangun kembali tebingan yang rusak," kata dia.

Ia mengingatkan masyarakat agar terus menjaga kebersihan sungai.

"Kami masih terus lakukan asesmen. Insyaallah, Senin (1/5) pekan depan sudah bisa 'action' (beraksi) untuk menurunkan bantuan dari Dinas Perumahan, untuk melakukan perbaikan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Bogor akan memberi uang sewa rumah kepada warga yang rusak berat sebesar Rp500 ribu.

Iwan mengungkapkan hasil asesmen, terdapat delapan rumah warga mengalami rusak berat.

Ia menduga banjir bandang Kali Cinanggung itu disebabkan penyempitan aliran kali, ditambah adanya balok melintang yang kemudian banyak sampah tersangkut sehingga semakin menghambat aliran air di sungai tersebut.

Menurutnya, penyempitan aliran kali juga disebabkan banyak rumah warga yang dibangun hingga tepian sungai.

Oleh karena itu, Pemkab Bogor akan menertibkan bangunan tersebut.

"Makanya kalau tidak dicegah nanti diikuti warga lainnya. Supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Nanti drainase juga akan diperbaiki," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

42 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.