Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Beban Kerja Berlebih pada Tenaga Kesehatan Bisa Tingkatkan Risiko Kesalahan Penanganan Pasien

📅 Rabu, 26 Apr 2023, 09:44 WIB | Oleh:

Selain itu, petugas kesehatan yang mengalami burnout dapat mengakibatkan kesalahan medis yang lebih tinggi karena rasa lelah dapat mengurangi kehati-hatian dan menyebabkan kelalaian tindakan baik pada keselamatan pribadi maupun keselamatan pasien (Daryanto dkk., 2022b).

Kesalahan medis yang diakibatkan oleh burnout berdampak pada kualitas pengobatan pasien, termasuk meningkatkan risiko terjadinya medication error. Medication error adalah masalah yang terjadi akibat penggunaan obat yang tidak tepat dan membahayakan pasien saat pengobatan berada pada kendali perawatan kesehatan, pasien, atau konsumen (Damin Abukhalil dkk., 2022).

Kesalahan tersebut mungkin terkait dengan semua aspek penggunaan obat, termasuk administrasi, edukasi, peracikan, peresepan, hingga sistem. Masalah tersebut bisa terjadi saat petugas kesehatan mengalami kesulitan berkonsentrasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan akibat burnout.

Dalam lingkungan kerja kesehatan, hal tersebut memengaruhi kesehatan pasien secara signifikan, seperti cedera fisik, kerusakan organ, hingga kematian. Selain itu, kesalahan dalam memberikan obat dapat menyebabkan kerugian finansial bagi pasien dan fasilitas kesehatan.

Penelitian ini menggunakan desain multicenter, yang berarti data dapat dikumpulkan dari beberapa pusat atau lokasi. Dengan dikumpulkannya data dari kuesioner yang disebarkan kepada perawat departemen gawat darurat anak, bertujuan mengumpulkan informasi tentang karakteristik demografis perawat, beban kerja, dan perencanaan tenaga kerja di daerah perkotaan selama pandemi Covid-19.

Analisis data dilakukan, tambah dia, dengan menggunakan perangkat lunak statistik, seperti SPSS. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik demografis perawat, beban kerja, dan perencanaan tenaga kerja.

Menurut data dari jurnal (Abukhalil dkk., 2022a), ketika responden ditanya tentang beberapa faktor yang akan menyebabkan kesalahan medis, penyebab paling umum yang mereka harapkan adalah hilangnya informasi klinis yang dibutuhkan (84,3%) diikuti oleh kurangnya pendidikan staf (79,9%) saat penyimpanan obat. Usia atau masalah persalinan diharapkan menjadi penyebab kesalahan medis yang paling sedikit (36,3%).

Untuk itu, tambah dia, perlunya evaluasi kesadaran pada kasus ini seperti sistem pelaporan medis mengenai kesalahan pengobatan, pencegahan, pelaporan, dan pemantauan kesalahan ini. Terkhususkan pada metode pelaporan, melaporkan kesalahan pengobatan merupakan kesempatan untuk mencegah kesalahan dan belajar dari kesalahan.

Pelaporan akan mengarah pada analisis akar penyebab kesalahan untuk menetapkan kebijakan dan protokol, meningkatkan kesadaran, memberikan pelatihan dan pendidikan.

Menurut jurnal (Abukhalil dkk., 2022b), sebagian besar peserta kuisioner (61,2%) melaporkan ketakutan akan konsekuensi hukum sebagai faktor yang signifikan untuk tidak melaporkan kesalahan pengobatan.

Sedangkan, lebih dari sepertiga penyedia layanan kesehatan (41,1%) menyimpulkan mereka tidak melapor karena lingkungan yang sibuk dan mereka terlalu sibuk. Selain itu gagal melapor karena shift kerja yang panjang dan sifat perawatan yang memakan waktu pelaporan.

Jumlah responden survei sebanyak 187 dengan 90,4% adalah perawat dan 42,8% bekerja dalam rotasi. Rentang umur responden adalah 21 - 50 tahun, dengan ditentukan sebanyak 62% perawat yang berpartisipasi berumur ≤ 30 tahun dan 87,2% adalah perempuan. Sebanyak 54,5% masih lajang dan 74,4% memiliki gelar sarjana.

Secara keseluruhan, tambah dia, 84% partisipan menekankan bahwa manpower planning atau perencanaan tenaga kerja perawat tidak memadai berdasarkan jumlah pasien dan 74,3% menekankan bahwa distribusi tenaga kerja perawat tidak adil atau tidak merata.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
IESR: Pulau Sumbawa Punya P...

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

59 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.