Sekjen NATO Dukung Ukraina yang Bersiap Lancarkan Serangan Balasan
📅 Jumat, 21 Apr 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: ISTIMEWA
KIEV - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO), Jens Stoltenberg, pada Kamis (20/4), mengunjungi Kiev untuk pertama kalinya sejak invasi besar-besaran Russia guna menunjukkan dukungan kepada Ukraina yang tengah bersiap melancarkan serangan balasan.
Stoltenberg memberikan penghormatan kepada tentara Ukraina yang gugur dalam perang dan meninjau peralatan militer rusak milik Russia yang dipajang di alun-alun Ibu Kota itu.
Seperti dikutip dari Antara, Sekjen NATO itu memasuki kendaraan untuk pergi setelah acara tersebut.
Invasi Russia di Ukraina sejak 24 Februari 2022 telah menewaskan ribuan orang, menyengsarakan jutaan orang, menghancurkan kota-kota, dan meluluhlantakkan perekonomian Ukraina.
NATO mendukung Ukraina, di mana negara-negara anggota pakta militer itu mengirimkan senjata, tetapi tidak mengirimkan pasukan tempur.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewat Jalur Cepat
Ukraina melihat masa depannya berada dalam aliansi NATO. September tahun lalu mereka mengajukan lamaran menjadi anggota NATO lewat jalur cepat setelah Russia mencaplok empat wilayahnya yang sebagian diduduki pasukan Russia.
Russia menganggap NATO sebagai aliansi militer musuh, yang melanggar apa yang dianggap Russia sebagai ruang lingkup pengaruhnya. Ukraina memperoleh kemerdekaan dari Uni Soviet pimpinan Russia pada 1991.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Russia, Sergey Shoigu, mengatakan Russia telah menyerahkan sistem rudal jarak pendek Iskander kepada Belarus yang bisa meluncurkan baik rudal konvensional maupun nuklir. "Sistem rudal operasional taktis Iskander-M diserahkan kepada Angkatan Bersenjata Belarus. Sistem itu mampu meluncurkan rudal konvensional dan nuklir," kata Shoigu.
Shoigu mengatakan personel Belarus tengah berlatih mengoperasikan Iskander di salah satu tempat pelatihan militer Russia. Sejumlah pesawat militer tempur Belarus memiliki kemampuan menyerang sasaran musuh dengan rudal nuklir.
Menurut Shoigu, NATO meningkatkan kesiapan tempurnya dan mengintensifkan aktivitasnya dekat perbatasan Russia dan Belarus.
Dia juga menyebutkan bergabungnya Finlandia dalam NATO berpotensi memperluas perang antara Russia dan Ukraina.
Presiden Russia, Vladimir Putin, telah mengumumkan bahwa Russia akan menyelesaikan pembangunan fasilitas penyimpanan khusus senjata nuklir taktis di Belarus yang bertetangga dengan Russia. Rencana itu memicu kecaman keras dari komunitas internasional.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Belarus berkata kepada kantor berita TASS, bahwa pihaknya tidak melanggar perjanjian non proliferasi nuklir hanya karena menjadi tempat penggelaran senjata nuklir Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!